Saling Lapor, Akhirnya Polda Lampung Tetapkan Nazarudin Sebagai Tersangka

BANDARLAMPUNG,SB – Rentetan panjang terkait permasalahan internal yang ada di DPD Partai Hanura Lampung antara ketua dan wakil yang saling lapor, berhujung pada penetapan Wakil Ketua DPD Hanura Nazarudin yang ditetapkan menjadi tersangka.

Permasalahan tersebut bermula, Nazarudin melaporkan ketuannya sendiri yakni Benny Uzer ke Polda Lampung terkait masalah dugaan penggelapan dana saksi Partai Hanura. Di tempat yang sama, Benny Uzer melaporkan Nazarudin atas pencemaran nama baik di sosial media.

Bambang Hartono selaku Kuasa Hukum Benny Uzer mengatakan penetapan tersangka Nazarudin setelah dilakukannya gelar perkara sebanyak dua kali oleh penyidik Cybercrime Polda Lampung.

“Dari informasi yang diterima, terlapor atas nama Nazarudin setelah gelarbperkara di tetapkan sebagai tersangka,” kata dia, Kamis 12/9/2019).

Sementara, di tempat terpisah, Dirreskrimsus Polda Lampung Kombes pol. Subakti melalui Ps kasubdit V Cyber Crime Kompol Rahmad Mardian membenarkan informasi tersebut.

“Ia benar kasus pencemaran nama baik dengan pelapor pak Benny Uzer sudah kita naikkan statusnya ke penyidikan, dan hari ini sudah kita lakukan pemeriksaan sebagai tersangka,” ujarnya.

Namun, dalam dalam status tersangkanya Nazarudi tidak dilakukan penahanan, karena hanya diancam pidana 4 tahun penjara sesuai pasal 27 ayat 3 UU ITE. Penyidik juga telah mengantungi 2 alat bukti.

“Sesuai KUHAP di bawah 5 tahun tidak dapat ditahan kecuali pasal pengeculian, sementara keterangan sudah cukup, jika kurang akan kita lakukan pemanggilan kembali,” ungkapnya.

Penetapan tersebut lantaran terlapor melakukan pencemaran nama baik di grup whatsapp partao atau pribadi yangbmenyebutkan bahwa Benny Uzer “setan dan iblis”.

“Ada juga beberapa postingan lain, namun belum bisa kita paparkan,” ujar mantan kabagops Polres Lampung Utara.

Padahal pihak kepolisian telah menyarankan adanya upaya perdamaian dari kedua belah pihak, karena sifatnya delik aduan. Namun tak kunjung ada itikad baik dari keduanya.

“Kita juga harus profesional dan mengingat perkara cukup lama, dan tahapan dijalankan,” katanya. (*)

Related Posts

About The Author

Add Comment

25 views