Ayah dan Kakek Setubuhi Anak Kandung Sendiri hingga Hamil 7 Bulan, Komnas PA Kabupaten Pesawaran: Tangkap Pelaku!

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 23:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESAWARAN(SB) – Kasus pencabulan dengan dampak luar biasa memilukan menggegerkan Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Seorang anak di bawah umur diketahui tengah hamil tujuh bulan akibat perbuatan bejat ayah dan kakek kandungnya sendiri.

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Pesawaran pun angkat bicara. Ketua Komnas PA Pesawaran yang juga seorang Advokat, Arie BM, S.Sos., S.H., mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap kedua pelaku yang hingga kini masih berkeliaran dengan leluasa di lingkungan desa setempat.

“Kami merekomendasikan agar ayah dan kakek bejat ini segera ditangkap. Ini kasus luar biasa, korban masih di bawah umur dan mengandung anak dari darah dagingnya sendiri,” ujar Arie saat ditemui di kediamannya, Selasa (21/4/2026).

Menurut Arie, kondisi korban saat ini sudah sangat memprihatinkan, baik secara fisik maupun psikis. Janin yang dikandungnya diduga kuat merupakan hasil dari tindakan asusila yang dilakukan oleh ayah dan kakek kandungnya secara bergantian.

Yang memicu kemarahan warga, kedua pelaku tak kunjung diringkus meski identitas dan lokasi mereka sudah diketahui. Ancaman tindakan anarkis mulai bermunculan dari masyarakat yang geram melihat pelaku masih bebas berkeliaran.

“Jika aparat tidak segera bertindak, kami khawatir akan terjadi main hakim sendiri. Kami minta polisi bergerak cepat sebelum situasi semakin panas,” tegas Arie.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penangkapan terhadap dua pelaku bejat tersebut.

Komnas PA Pesawaran juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat, sembari mengawal kasus ini agar tidak berakhir damai atau pelaku melarikan diri. (Red)

Berita Terkait

Masyarakat Adat Pepadun Laporkan Akun Facebook Mu’alim Taher ke Polres Pesawaran atas Dugaan Penghinaan Gelar Adat
Ketut Suwendra Komisi IV DPR RI Sosialisasikan Gemar makan ikan Di Kampung UGI
Tak Terima Disebut “Oknum”, Dokter RSUD Bob Bazar Undang Media, Wartawan Tolak: “Fokus pada Visum Korban, Bukan Cari Pembenaran”
Klarifikasi Melenceng dari RS Bob Bazar: Keluarga dan Wartawan Hanya Tanya Status Visum, Dibalas Tudingan Ingin Mengambil Hasil Visum
Usir Wartawan yang Tanyakan Visum Pasien, Komisi IV DPRD Lamsel Akan Panggil Pegawai RS Bob Bazar
Diusir Saat Bertugas, Staf RS Bob Bazar Kalianda Tolak Jawab Hasil Visum Kasus Pencabulan Anak Oleh Wartawan
Kunjungan Operational Strategic Advisory PTPN III (Persero) ke PTPN IV Regional VII, Perkuat Strategi Peningkatan Produksi dan Pengamanan Aset
Holding Perkebunan Nusantara Dukung Generasi Sehat, PTPN IV PalmCo Jalankan Program Nutrisi di Riau

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 23:06 WIB

Ayah dan Kakek Setubuhi Anak Kandung Sendiri hingga Hamil 7 Bulan, Komnas PA Kabupaten Pesawaran: Tangkap Pelaku!

Senin, 20 April 2026 - 14:27 WIB

Masyarakat Adat Pepadun Laporkan Akun Facebook Mu’alim Taher ke Polres Pesawaran atas Dugaan Penghinaan Gelar Adat

Senin, 20 April 2026 - 08:16 WIB

Ketut Suwendra Komisi IV DPR RI Sosialisasikan Gemar makan ikan Di Kampung UGI

Minggu, 19 April 2026 - 15:55 WIB

Tak Terima Disebut “Oknum”, Dokter RSUD Bob Bazar Undang Media, Wartawan Tolak: “Fokus pada Visum Korban, Bukan Cari Pembenaran”

Sabtu, 18 April 2026 - 18:41 WIB

Klarifikasi Melenceng dari RS Bob Bazar: Keluarga dan Wartawan Hanya Tanya Status Visum, Dibalas Tudingan Ingin Mengambil Hasil Visum

Berita Terbaru