Perbedaan antara Lingkungan Industri Keuangan Syariah dan Konvensional dalam Menghadapi Masalah Covid-19

Nama : Ratih Hartiana
NPM : 1851030258
Prodi : Akuntansi Syariah F/ semester 4
Mata Kuliah : Manajemen Keuangan Syariah
Dosen Pengampu : Dr. Muhammad Iqbal Fasa, M.E.I

Dalam permasalahan pada saat ini yaitu pandemi covid 19 telah menjadi permasalahan yang cukup serius hampir di seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Bahwa penyebaran covid 19 yang dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi pada sebagian besar negara-negara diseluruh dunia menunjukan peningkatan dari waktu ke waktu dan telah menimbulkan korban jiwa, dan kerugian material yang semakin besar sehingga berimplikasi pada aspek,ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Dampak covid 19 tentunya akan dirasakan oleh lingkungan industri keuangan khususnya industri perbankan. Pandemi covid 19 ini diperkirakan akan melemahkan sektor perbankan di indonesia.

Sudah diketahui bahwa bank konvensional dan bank syariah memiliki perbedaan yaitu bank konvensional beroprasi menggunakan sistem riba (bunga) yang kemudian suku bunga di bank konvensional bisa berubah sesuai suku bunga di bank Indonesia, sedangkan bank syariah adalah bank yang beroprasi dengan prinsip ajaran agama islam tidak mengandalkan bunga, tetapi beroprasi dengan sistem bagi hasil dan margin. Bagi hasil yang diterapakan sesuai kesepakatan diawal dan akan dijalankan hingga akhir perjanjian. Sistem bagi hasil memiliki keunggulan yaitu memiliki efisiensi biaya paling tinggi dan memiliki diferensial yang unik maka akan memiliki keunggulan dalam melakukan persaingan menghadapi krisis covid 19. Islam secara tegas menempatkan peraturan pada prinsip syariah terutama keuangan karena lembaga berbasis syariah tidak hanya menawarkan alternatif yang lebih aman tetapi juga merupakan etika investasi yang adil, bersih dan transparan.

Menurut JP Morgen ada risiko yang dihadapi dalam masa krisis termasuk pandemi covid 19 yaitu, penurunan kualitas aset, penyaluran kredit, dan pengetatan margin bunga bersih, dari risiko tersebut bank manakah yang lebih kuat dalam menghadapi krisis ekonomi akibat covid 19 bank konvensional atau bank syariah. Untuk risiko penurunan kualitas asset baik bank syariah maupun bank konvensional sama-sama akan dibantu POJK. Sedangkan untuk risiko penyaluran kredit bank syariah dan konvensional mengalami kondisi yang sama akan mengalami pelambatan penyaluran kridit,

Tetapi bank syariah diprediksi memiliki keunggulan dibandingkan bank konvensional yaitu dalam risiko pengetatan margin bunga bersih dikarenakan bank syariah menggunakan sistem bagi hasil dengan sisitem bagi hasil maka kondisi neraca bank syariah pada masa krisis akibat covid 19 ini akan elastis kerena besarnya biaya yang diperuntukan pembayaran bagi hasil juga akan ikut menurun dengan penurunan pendapatan yang diperoleh bank syariah, berbeda dengan bank konvensional disaat pendapatan bunga kredit menurun tidak diikuti dengan penurunan biaya bunga ini yang akan menjadi permasalahan dari bank konvensional. Bahwa disimpulkan bank syariah akan lebih tahan dalam menghadapi pandemi covid 19 dibandingkan bank konvensional karena bank syariah memiliki kelebihan yaitu konsep bagi hasil dalam menghadapi krisis covid 19.

Related Posts

About The Author

Add Comment

6 views