Diduga Dianiaya ASN Warga Tanjung Kerta Lapor Polisi, Berikut Kronologisnya

PESAWARAN(SB) – Pada hari Minggu tanggal 9 Februari pukul 16:15 WIB FS (37) Warga Desa Tanjung Kerta Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran Yang berprofesi Sebagai ASN, saat berangkat untuk main Volly, di tengah perjalanan ke lapangan anaknya NF (7) menangis karna Pancingnya ketinggalan disungai sawah belakang rumah. Kamis, (13/2/2020).

Menurut keterangan FS, Setelah mengambil Pancing arah pulang bersama dengan anaknya, tiba-tiba diberhentikan oleh saudara OZ yang sudah mengikutinya dari arah belakang.

Menurut FS (korban) tidak ada angin dan sebab saudara OZ langsung mengeluarkan golok (sajam) dan langsung menendang hingga terjatuh.

“Setelah saya terjatuh lalu OZ (Pelaku) menebaskan goloknya ke pundak dan leher saya sebanyak 6 kali, bahkan OZ (Pelaku) menebaskan goloknya ke arah anak Saya NF (7th) dan saya tangkis menggunakan tangan kiri saya.” Terangnya dengan nada geram.

FS mengatakan, kejadian itu di lihat oleh YM (Saksi) yang berada disawah berdekatan dengan kejadian. Setelah melakukan penganiayaan
Lalu OZ (Pelaku) lari ke arah perkampungan desa Tanjung Kerta.

Kemudian FS menjelaskan, “Setelah kejadian itu saya (FS) pulang dan menghampiri OZ di rumahnya, Dan sesampai di rumah OZ, Saya (FS) memanggil OZ tapi tidak keluar dari rumah, Lalu saya dalam keadaan emosi melempar kaca rumah OZ (Pelaku) untuk memancing OZ keluar rumah”, terangnya.

Selanjutnya datang Ayah dan Keponakan FS untuk melerai

“Kemudian datang ayah saya Murtado (70) dan Keponakan saya Akbar (17) menghalangi dan mengajak untuk pulang dan melerai,” terangnya.

Akibat kejadian tersebut, Lanjut FS (Korban) melaporkan kejadian tersebut ke Polsek kedondong

“Saya langsung Melapor Ke Pihak Berwajib Polsek Kedondong guna dilakukan Proses Hukum yang Berlaku dengan Nomor Laporan : LP/B-117/II/2020/SPK/POLDA LAMPUNG/RES/SEK KEDONDONG, tanggal 10 Februari 2020. dan Langsung Melakukan Visum diklinik didampingi 2 Orang anggota Polisi Sektor Kedondong,” lanjutnya.

Kemudian, FS menyayangkan atas kejadian tersebut ada beberapa Pihak yang dengan sengaja memelintir fakta dan keadaan yang sesungguhnya dan tersebar di media Online

“Bahwa dari keterangan saksi Ys yang diangkat dari media tersebut dia tidak pernah Menyatakan siap menjadi saksi, dan saudara Ys tidak pernah memberikan kesaksian tersebut,” Katanya.

Dengan adanya dugaan Berita Hoax yang tersebar dimedia sosial tersebut, pihak keluarga Korban Fs berencana melaporkan Media tersebut kepada pihak berwajib. (Aristama/SB)

Related Posts

About The Author

Add Comment

46 views