RMD: Tempat Ibadah Jangan Dikaitkan Dengan Penyebaran Covid-19

BANDARLAMPUNG(SB)- Pandemi Covid-19 yang makin meluas penyebarannya membuat kekhawatiran berlebih bagi seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali di Provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai.

Pasalnya, virus yang berasal dari Wuhan China tersebut, sampai saat ini belum ada “obatnya”. Penyebaran pun makin menjadi. Hal ini bisa dilihat dari penambahan jumlah orang yang terpapar virus tersebut tiap harinya.

Demi mencegah penularan Virus yang semakin meluas tersebut, pemerintah sejak awal Maret lalu sudah mengimbau masyarakat untuk menghindari kontak fisik (social distancing).

Tak hanya itu, pemerintah juga telah menutup berbagai sektor agar warga berdiam diri di rumah. Hal ini termasuk kegiatan belajar, bekerja, juga beribadah.

Tentunya, hal ini menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat. Seperti yang dikatakan Ketua Fraksi Partai Gerindra Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD).
Secara tegas, Mirza mengatakan tempat beribadah jangan sampai dikaitkan dengan wadah bagi virus tersebut untuk mewabah.

“Artinya, kita jangan sampai mengdiskreditkan tempat ibadah jadi media penyebaran virus tersebut. Mindset seperti ini harus dihilangkan,” tegas Politisi Partai Gerindra Lampung ini (27/5).

Sebab menurutnya, efek yang dimunculkan dari pemikiran tersebut yakni banyak warga yang takut untuk beribadah di masjid (bagi umat muslim), ataupun yang takut dengan warga yang pulang dari masjid (jamaah).

“Banyak oang yang melihat takut. Artinya jamaah masjid diskreditkan,” ucapnya.

Tentunya, ia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat ataupun Pemerintah untuk membuka mindset agar tidak mengkreditkan jamaah masjid, toh semua protokol kesehatan sudah di terapkan di setiap mesjid. (*)

Related Posts

About The Author

Add Comment

4 views