Made Bagiasa Nilai Pansus Singkong Mandek

BANDARLAMPUNG(SB) – Sepekan usai rapat dengar pendapat Komisi II DPRD Lampung dengan para pengusaha tapioka Senin (8/3) lalu, wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Harga Singkong seolah mandek.

Wakil Ketua Komisi II Made Bagiasa menyatakan, saat ini masih akan dirapatkan kembali dengan fraksinya, yakni Fraksi Golkar mengenai pembentukan Pansus. Pada prinsipnya, Pansus itu dibentuk untuk meningkatkan harga singkong dengan mencari solusinya seperti apa.

“Intinya Pansus akan cari solusi untuk kesejahteraan khususnya petani singkong,” kata Made Bagiasa, Senin (15/3).

Ia mengatakan kondisi harga singkong di Lampung pernah mencapai Rp1.600 per kilogram (Kg) itu karena petani yang menanam singkong terbatas. Tetapi kalau sekarang berbanding terbalik.

“Nanti kita cari solusinya, manfaatnya kalau untuk menaikkan harga singkong jelas setuju. Cuma akan dibahas dahulu secara matang bersama anggota fraksi, dan fraksi punya anggota 10 orang, nanti kita akan rapatkan dulu,” kata dia.

Sebetulnya sambung Made Bagiase, untuk mengangkat kesejahteraan petani singkong tidak perlu membentuk Pansus, tetapi terpenting yakni mendapatkan solusi dari permasalahan ini.

“Misalnya pabrik jangan semena-mena memotong kadar airnya. Singkong itu bukan Gubernur yang menentukan harganya, namun suplai dan deman,” tutupnya. (*)

Related Posts

About The Author

Add Comment

2 views