PESAWARAN(SB) – Sebagai wujud penghormatan mendalam kepada para leluhur dan tokoh adat pendahulu, Masyarakat Adat Tiyuh Halangan Ratu di Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, menggelar kegiatan ziarah kubur dan doa bersama. Acara yang berlangsung khidmat pada Kamis (1/1/2026) itu bertempat di makam leluhur setempat dan diikuti oleh masyarakat yang tergabung dalam perjuangan tanah adat.
Kegiatan ini tidak sekadar tradisi tahunan, melainkan penegasan komitmen untuk mengenang jasa, menjaga warisan budaya, dan mempererat tali persaudaraan. Abu Bakar, yang bergelar Suntan Lama selaku tokoh adat Tiyuh Halangan Ratu, menekankan makna mendalam di balik ritual tersebut.
“Ziarah kubur dan doa bersama ini adalah bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi kami semua. Kami mengenang perjuangan nenek moyang dan para tokoh adat yang telah menjaga, merawat, dan mempertahankan tanah adat serta nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun,” ujar Abu Bakar.
Lebih lanjut, Abu Bakar menjelaskan bahwa di tengah dinamika zaman, acara seperti ini menjadi pilar penting untuk memperkuat kohesi sosial. “Ini adalah sarana untuk merekatkan persatuan dan kebersamaan di antara kita. Sekaligus, momentum untuk menguatkan kembali nilai-nilai adat agar tetap lestari dan dipahami oleh generasi penerus,” tambahnya.
Harapan besar disematkan pada generasi muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan mereka dapat terus mengingat sejarah, menghormati perjuangan para pendahulu, serta turut aktif menjaga dan melestarikan adat istiadat Tiyuh Halangan Ratu.
Kegiatan berjalan lancar penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Suasana yang tercipta mencerminkan betapa kuatnya ikatan adat dan budaya yang masih dipegang teguh oleh Masyarakat Adat Tiyuh Halangan Ratu hingga saat ini. Acara ini menjadi simbol ketahanan identitas budaya di awal tahun 2026.
(Rilis)






