Relawan Muda Nanda – Anton Larang Keras Anggotanya Memakai Politik Berbau Rasis dan Sara

- Jurnalis

Kamis, 3 Oktober 2024 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESAWARAN(SB) – Relawan Muda Nanda-Anton yang merupakan sayap tim pemenangan pasangan nomor urut 02 pada Pilkada Pesawaran 27 November 2024 melarang keras anggotanya memakai politik berbau rasisme dan sara.

Hal tersebut ditegaskan sekretaris Relawan Muda Nanda-Anton, Deri F Tampi menanggapi narasi berbau suku oleh oknum tim sukses salah satu calon bupati Pesawaran di media sosial.

“Kami sudah lakukan rapat dengan pengurus relawan muda Nanda-Anton membahas program sosialisasi door to door yang dalam waktu dekat akan kami gelar di 11 Kecamatan dan 148 Desa, jadi keputusannya tegas kami pengurus melarang sosialisasi berbau sukuisme karena berpotensi membuat perpecahan ditengah masyarakat,” tegas Deri, Kamis (3/10/2024) via sambungan seluler.

Hal tersebut dirasa penting karena kata Deri, pilkada Pesawaran tidak hanya berbicara menang atau kalah namun lebih kepada nasib Kabupaten Pesawaran kedepan.

“Terkait pilkada, kemenangan Nanda-Anton harga mati bagi kami, kami akan terus bergerak sampai masa pemilihan, namun kami memilih jalan menang terhormat dengan tidak menghalalkan segala cara, tapi dengan visi,” kata dia.

“Apalagi program bu Nanda ini kan banyak, kami meminta relawan muda untuk sosialisasi ke masyarakat tentang program “cakep” kita agar masyarakat tau bahwa Nanda-Anton pilihan tepat,” tambahnya.

Deri menghimbau seluruh pihak menjaga suasana dengan tidak memakai cara yang berpotensi membuat kegaduhan ditengah masyarakat.

“Kedua pasangan calon Bupati sudah sepakat menjalankan pemilu damai, jangan lagi ada cara-cara kotor yang dipakai sehingga masyarakat terpecah belah, kita bantu aparat kepolisian menjaga suasana, dan relawan muda Nanda-Anton akan menjadi garda depan dalam menjaga kondusifitas pilkada bersama elemen yang ada,” ujarnya.

Deri menjabarkan, isu berbau sukuisme hanya akan memperburuk citra calon bupati di mata pemilih, karena menurutnya Pesawaran merupakan Kabupaten yang beraneka ragam suku dan budaya.

“Apa calon sudah tidak ada program sehingga harus menjual isu beraroma rasis? Contohnya saya, jangan ditanya suku saya apa, karena saya lahir di Pesawaran, sekolah, cari nafkah di Pesawaran, kalau boleh memilih nanti mati juga maunya di Pesawaran, artinya ini kampung halaman kita semua,” ungkapnya.

“Jika ada yang mengaku relawan muda tapi memakai isu sara artinya itu bukan bagian dari kami, sesuai instruksi bu Nanda seluruh pendukung harus menjaga suasana tetap aman dan damai,” pungkasnya. (Rilis)

Berita Terkait

Bupati Tulang Bawang Hadiri Rapat Kerja SMSI  ‎
Qudrotul Ikhwan Support Konferkab ke 9 PWI Tulang Bawang ‎
Asal Mula Polemik Penutupan Gerbang Sekolah IT Generasi Berlian ‎
Bupati Tulang Bawang Terima Hibah 12.000 Al-Qur’an, Hadirkan Cahaya Qurani Hingga Pelosok Kampung ‎
Warga Bakung Udik Datangi kantor Pemprov Lampung Tolak Klaim Lahan Oleh TNI AU
Lukmansyah Pimpin Rapat Pleno Tetapkan Jadwal Penjaringan Balon Ketua PWI Tuba ‎
Warga Bakung Udik Geram dan protes Dengan pematokan lahan yang terjadi di wilayahnya
Bupati Qudrotul Ikhwan Lepas 224 CJH Di Islamic Center Menggala ‎

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:39 WIB

Bupati Tulang Bawang Hadiri Rapat Kerja SMSI  ‎

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:18 WIB

Qudrotul Ikhwan Support Konferkab ke 9 PWI Tulang Bawang ‎

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:16 WIB

Asal Mula Polemik Penutupan Gerbang Sekolah IT Generasi Berlian ‎

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:12 WIB

Bupati Tulang Bawang Terima Hibah 12.000 Al-Qur’an, Hadirkan Cahaya Qurani Hingga Pelosok Kampung ‎

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:39 WIB

Warga Bakung Udik Datangi kantor Pemprov Lampung Tolak Klaim Lahan Oleh TNI AU

Berita Terbaru

Berita

Bupati Tulang Bawang Hadiri Rapat Kerja SMSI  ‎

Sabtu, 6 Jun 2026 - 09:39 WIB