Edy Hamzah Dipercaya Pimpin Desa Pematang

LAMPUNG SELATAN,SB – Pemilihan Kepala Desa (pilkades) serentak di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), salah satu dari pemilihan tersebut yakni Desa pematang Kecamatan Kalianda Lamsel yang berjalan dengan kondusif.

Pilkades setempat dijaga ketat oleh keamanan dari anggota Polres, Polsek, Satpol PP dan Linmas, untuk jumlah DPT Desa Pematang sebanyak 1.680 DPT, serta tiga kandidat Calon Kades yaitu nomor urut 1.Edy hamzah. 2.Dapok Bahtiar dan nomor urut 3.Rohil Wahit.

Dari pantauan media saungberita.com di lapangan masyarakat Desa Pematang antusias untuk memberikan hak suaranya hari ini di Tempat Pemungutan Suara (TPS) desa setempat, Rabu (26/06/19).

Dari keterangan ketua panitia Pilkades Desa Pematang Ridwan mengatakan dari jumlah daftar pilih tetap 1.680.

“Yang hadir memberikan hak suaranya dalam Pilkades Desa Pematang 1.273,” jelasnya.

Dari perhitungan surat suara dari tiga pasangan calon (paslon) yang bersaing dalam Pilkades Desa Pematang No urut 01 unggul dalam pemilihan tersebut, Edy hamzah yang juga mantan Kades pada periode 2007-2013 memenangi kembali pada Pilkades serentak tahun 2019.

“Dari perhitungan surat suara sah dan tidak sah Suara sah 01.Edy hamzah 485, Suara sah 02.Dapok Bahtiar 341. Suara sah 03. Rohil Wahit 440 sedangkan suara tidak sah sebanyak 7 surat suara,” katanya.

Sementara selaku Kades terpilih Edy Hamzah saat di wawancarai, harapanya kedepan dirinya mengatakan pertama masih banyak di Desa Pematang ini yang harus di benahi baik infrastruktur, SDM dan lainnya, namun kita akan tetap melanjutkan program yang memang sudah berjalan.

“Untuk program prioritas yang unggulan skala prioritasnya yang memang usulanya dari masyarakat desa ini sendiri, jadi kita harus rumbukan terlebih dahulu masyarakat yang memang diinginkan masyarakat ini sendiri, seperti halnya jikalau masyarakat membutuhkan air bersih dan tempat sampah, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Tak hanya itu untuk perbedaanya, masyarakat jika memang, bisa tetap kita kembangkan desa ini banyak dari hasil pisang, melinjo dan lain sebagainya.

“Kalau memang masyarakat membutuhkan untuk kelompok usaha bersama silahkan karna memang di desa sudah ada link nya masing-masing yang bisa kita berdayakan, ” pungkasnya. (*)

Related Posts

About The Author

Add Comment

49 views