Disbunak Lampung Gelar Rakor UPSUS SIWAB

BANDARLAMPUNG,SB – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) UPSUS SIWAB semester pertama, yang dilaksanakan di Bukit Randu Bandarlampung, Kamis (1/8/2019).

Peserta yang terdiri dari unsur Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung, Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, kegiatan tersebut diisi oleh dengan narasumber dari Sekretaris Nasional UPSUS SIWAB (Drh. Maidaswar, MSi) dan BIB Lembang (Drh.Yesi Latifa).

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Kusnardi mengatakan secara nasional pelaksanaan Kegiatan UPSUS SIWAB telah menunjukkan hasil yang baik.

“Dalam bidang kawin suntik lampung masuk dalam 2 besar ditingkat nasional, keberhasilan tersebut tidak lepas dari upaya dan kerja keras pejuang SIWAB di Provinsi Lampung yang ditunjukkan dengan kinerja yang telah melampaui target yang telah ditetapkan sampai dengan Semester I atau Bulan Juni 2019 (IB 77,48 %, Bunting 76,98 % dan Lahir 50,44 %),” kata dia.

Lanjutnya Keberhasilan Provinsi Lampung dalam program UPSUS SIWAB (2017 -2019) salah satunya ditunjukkan dengan jumlah kelahiran sebesar 178.489 ekor.

“Apabila diasumsikan harga pedet sebesar Rp5 juta maka Provinsi Lampung telah memperoleh nilai ekonomi lebih dari Rp8 miliar, Secara nasional realisasi pelaksanaan upsus siwab Provinsi Lampung sampai dengan Bulan Juni 2019 menduduki peringkat ke-4 untuk pelaksanaan IB, peringkat ke-6 untuk kebuntingan, sementara untuk kelahiran masih diluar peringkat 22 atau diluar zona hijau,” ungkapnya.

Menurutnya hal tersebut diduga masih banyak kelahiran yang belum dilaporkan. “Diharapkan beberapa kabupaten/ kota yang target kelahiran masih rendah agar dapat meningkatkan peran aktif petugas pelapor dan peternak diwilayahnya untuk segera melaporkan kelahiran,” kata dia.

Sudah saatnya semen beku sapi lokal mendapat tempat di negeri sendiri sehingga dapat melestarikan juga plasma nutfah Indonesia dan tidak tergantung pada negara lain. BIB Singosari banyak memiliki Bull Sapi Bali sebagai penghasil semen beku Sapi Bali, namun permintaan straw Sapi Bali masih rendah

Lebih lanjut, dalam rangka meningkatkan performan dan produktivitas dari pedet – pedet hasil SIWAB, agar ditindaklanjuti dengan alokasi dana pengadaan bantuan konsentrat, vitamin/feed suplemen dapat ditingkatkan agar produk semen beku dari BIB Lampung mampu bersaing, maka produknya agar secara rutin dilakukan pengujian dan menggunakan Bull yang terakreditasi oleh LS Pro.

“Diharapkan adanya upaya dan dukungan untuk meningkatkan UPTD Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIB) Terbanggi Besar baik dari daerah maupun pusat, agar produk semen beku yang dihasilkan dapat tersertifikasi dalam kurun waktu 2 tahun,” imbuhnya.

Untuk perkembangan Upsus Siwab yang akan datang, Provinsi Lampung akan mengusulkan pilot project pelayanan mandiri dengan peraturan yang berlaku dengan mempersiapkan sarana dan prasarana secara mandiri sehingga alokasi anggaran Upsus Siwab dapat dialihkan untuk kegiatan yang lain.

“Dalam pelaksanaan UPSUS SIWAB, gangguan reproduksi masih menjadi masalah yang dihadapi peternak yang tersebar dihampir seluruh kabupaten/kota, untuk itu perlu dilalokasikan anggaran untuk persediaan obat –obatan dan sapras penanggulangan gangguan reproduksi,” jelasnya.

Apabila daerah (Dinas) berniat membeli semen beku dari BIB Lembang, cukup dengan swakelola, apabila pembelian dilakukan secara swadaya wajib mendapatkan rekomendasi dari Provinsi.

“Distribusi semen Beku dari BIB Lembang dalam rangka UPSUS SIWAB untuk Provinsi Lampung sudah terealisasi 100 %. Apabila berencana pengadaan semen beku dapat membuat kontrak baru dengan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Adanya selisih data antara realisasi distribusi semen beku antara pengiriman BIB Lembang dan Singosari dengan BAST yang dilaporkan, maka diharapkan kerjasamanya agar kabupaten/kota penerima setelah ditandatangani segera melaporkan dan mengirim kembali ke produsen pengirim,” pungkasnya. (ADV)

Related Posts

About The Author

Add Comment

57 views