Sektor Vital Tersendat, Dinkes Lampung Klaim Krisis Anggaran

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG – Di tengah perannya sebagai sektor vital yang menyangkut keselamatan masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung justru mengaku mengalami krisis anggaran. Tunjangan kinerja (tukin) belum cair, sejumlah kegiatan dikabarkan mandek, hingga perjalanan dinas tersendat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Djohan Lius, menyebut kondisi tersebut telah mengganggu operasional organisasi.

“Tukin belum keluar. Anggaran kegiatan lain juga belum cair. Bahkan perjalanan dinas pun susah,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Namun pernyataan itu memunculkan pertanyaan publik. Sebagai salah satu perangkat daerah dengan alokasi anggaran besar dan fungsi strategis, Dinas Kesehatan seharusnya memiliki perencanaan dan manajemen keuangan yang matang. Jika hingga akhir Februari berbagai pos anggaran belum bisa direalisasikan, publik patut mempertanyakan kesiapan administrasi dan tata kelola internal dinas tersebut.

 

Lebih jauh, disebutkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Edwin Rusli, harus menggunakan dana pribadi saat melakukan perjalanan dinas ke Jakarta karena anggaran belum tersedia. Kondisi ini memicu tanda tanya: apakah pengusulan anggaran telah dilakukan tepat waktu dan sesuai mekanisme?

Sektor kesehatan bukanlah bidang yang bisa berjalan dengan alasan teknis semata. Program imunisasi, pengendalian penyakit, hingga koordinasi dengan pemerintah pusat membutuhkan dukungan administratif dan keuangan yang tertib sejak awal tahun anggaran.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPKAD Lampung, Nurul Fajri, menegaskan bahwa pencairan tukin dan anggaran memiliki prosedur jelas.

“Dalam aturan pencairan tukin tentunya diterbitkan SK. Sementara untuk anggaran, pasti sudah dicairkan ke dinas jika sudah mengusulkan ke BPKAD. Artinya semua sesuai prosedur,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa proses pencairan berjalan sesuai aturan sepanjang persyaratan administrasi dipenuhi. Jika demikian, maka persoalan tersendatnya anggaran di Dinas Kesehatan menjadi cerminan pentingnya pembenahan manajemen internal.

Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, masyarakat tentu berharap sektor kesehatan dikelola secara profesional, transparan, dan tidak tersandera persoalan administratif yang seharusnya dapat diantisipasi sejak awal tahun anggaran.(*)

 

Berita Terkait

Iswan H. Caya dan Imelda Tegaskan Lampung Harus Nikmati Nilai Tambah
IJP Pastikan Tetap Kritis dengan Menjaga Profesionalitas
IJP Pastikan Tetap Kritis dengan Menjaga Profesionalitas
Reses di Kemiling, Andika Dicurhati Porsi MBG
Reses di Kemiling, Andika Dicurhati Porsi MBG
Honda Beat Wartawan Pemprov Lampung Raib di Depan Balai Keratun
Pemkot Bogor Bakar Miliaran Buat Konten Satu Arah
Jihan Lantik Ela Jadi Ketua Mabicab Lamtim

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 07:14 WIB

Iswan H. Caya dan Imelda Tegaskan Lampung Harus Nikmati Nilai Tambah

Senin, 2 Maret 2026 - 16:03 WIB

IJP Pastikan Tetap Kritis dengan Menjaga Profesionalitas

Senin, 2 Maret 2026 - 16:03 WIB

IJP Pastikan Tetap Kritis dengan Menjaga Profesionalitas

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:58 WIB

Reses di Kemiling, Andika Dicurhati Porsi MBG

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:08 WIB

Honda Beat Wartawan Pemprov Lampung Raib di Depan Balai Keratun

Berita Terbaru

Berita Utama

IJP Pastikan Tetap Kritis dengan Menjaga Profesionalitas

Senin, 2 Mar 2026 - 16:03 WIB

Berita Utama

IJP Pastikan Tetap Kritis dengan Menjaga Profesionalitas

Senin, 2 Mar 2026 - 16:03 WIB