Di Tanah Titipan Leluhur, Baduy Menolak Tunduk pada Zaman

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak  – Di saat dunia berlomba mengejar kemajuan, masyarakat adat Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, memilih berjalan pelan—namun pasti. Mereka berdiri teguh menjaga pikukuh karuhun, amanat leluhur yang menjadi fondasi hidup sekaligus benteng terakhir dari derasnya arus modernisasi.

Bagi mereka, adat bukan sekadar warisan, melainkan janji yang tak boleh diingkari.

Tokoh adat Baduy Luar, Kang Udil, menegaskan bahwa menjaga adat adalah cara menjaga keseimbangan alam dan kehidupan.

“Kami hidup bukan untuk mengejar banyak. Kami hidup untuk menjaga titipan. Tanah tidak boleh dijual, hutan tidak boleh ditebang sembarangan, dan kami tetap bertani tanpa bahan kimia. Itu tidak boleh berubah,” ujar Kang Udil saat berbincang dengan belasan pewarta Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung di Kanekes, Selasa (10/2).

Di tengah ekspansi pembangunan dan godaan ekonomi, prinsip itu tetap dijaga tanpa kompromi.

Kang Udil menjelaskan, masyarakat Baduy terbagi menjadi dua wilayah: Baduy Luar dan Baduy Dalam. Baduy Luar menjadi ruang penyangga yang berinteraksi dengan dunia luar—menerima wisatawan, menjual kain tenun, madu hutan, hingga gula aren. Namun keterbukaan itu bukan berarti tanpa batas.

“Kami tidak menolak tamu, tapi tamu harus menghormati adat. Kalau adat rusak, kami kehilangan jati diri,” tegasnya.

Sementara di Baduy Dalam, aturan adat dijalankan lebih ketat. Tanpa listrik, tanpa kendaraan, tanpa alat elektronik. Pola hidup sederhana, bertani tradisional, dan menjaga hutan menjadi prinsip mutlak.

“Kami diajarkan untuk tidak rakus. Ambil secukupnya, tanam kembali, jaga alam seperti menjaga orang tua,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lebak, Bambang SP, memastikan bahwa perlindungan terhadap masyarakat adat Baduy telah diperkuat melalui Peraturan Daerah (Perda).

“Baduy adalah identitas Lebak. Mereka bukan sekadar destinasi wisata, tetapi komunitas adat dengan sistem nilai dan hukum yang hidup. Negara wajib hadir untuk melindungi,” ujarnya.

Menurut Bambang, penguatan regulasi wilayah adat, perlindungan kawasan hutan, serta pengawasan terhadap aktivitas luar menjadi prioritas agar pembangunan tidak berbenturan dengan nilai budaya.

“Pembangunan tidak boleh memaksa perubahan budaya. Modernisasi harus menghormati batas adat. Pemerintah harus menjadi mitra dialog, bukan tekanan,” tegasnya.

Kunjungan belasan pewarta IJP Lampung tersebut turut disambut langsung oleh Bambang selaku legislator daerah pemilihan setempat.

Ketua IJP Lampung, Abung Mamasa, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan sekaligus komitmen masyarakat Baduy dalam menjaga adat dan lingkungan.

“Apa yang kami lihat di Baduy bukan sekadar tradisi, tetapi contoh nyata bagaimana alam dan budaya dijaga konsisten di tengah modernisasi,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran insan pers dapat menjadi jembatan informasi, memperluas pemahaman publik tentang pentingnya perlindungan masyarakat adat sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan kekayaan bangsa.

“Baduy sudah mendunia. Semoga kita ikut menjaga kelestarian alam, adat, dan budayanya,” tutup Abung.

Di tanah titipan itu, Baduy mengajarkan satu hal sederhana namun langka: kemajuan tidak selalu berarti perubahan. Kadang, yang paling berani adalah mereka yang memilih tetap setia pada akar. (*)

Berita Terkait

Mantap, Lampung Jadi Tuan Rumah Porwanas 2027
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Peran PTPN IV PalmCo dalam Relokasi Warga Batangtoru
Sejak Hari Pertama Bencana, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Konsisten Dampingi Pemulihan Aceh Tamiang
Pemerintah Desa Muara Jaya Lanjutkan Peningkatan Pembangunan dan Perbaikan Infrastruktur
Kolaborasi Pemerintah Lamtim dan Dunia Usaha, hadirkan Nara sumber dari KPK,dan Kejati pada sosialisasi Budaya Anti Korupsi
Prodi Ilmu Hukum FH UTB Lampung Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT
Holding Perkebunan Nusantara Melalui TJSL PTPN IV Regional III Perkuat UMKM Ayam Petelur Penopang Ketahanan Pangan Lokal
Gotong Royong Petani Mitra Binaan PTPN Group, Kumpulkan Donasi Ratusan Juta Rupiah untuk Aceh

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:07 WIB

Di Tanah Titipan Leluhur, Baduy Menolak Tunduk pada Zaman

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:58 WIB

Mantap, Lampung Jadi Tuan Rumah Porwanas 2027

Rabu, 4 Februari 2026 - 22:32 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Peran PTPN IV PalmCo dalam Relokasi Warga Batangtoru

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:42 WIB

Sejak Hari Pertama Bencana, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Konsisten Dampingi Pemulihan Aceh Tamiang

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:58 WIB

Pemerintah Desa Muara Jaya Lanjutkan Peningkatan Pembangunan dan Perbaikan Infrastruktur

Berita Terbaru

HEADLINE

Di Tanah Titipan Leluhur, Baduy Menolak Tunduk pada Zaman

Selasa, 10 Feb 2026 - 12:07 WIB