PESAWARAN(SB) – Diterpa musibah sakit keras yang menimpa sang istri, kehidupan keluarga Muzakir (43) dan Dewi Parwati (35) warga Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, terasa bagai digantung di ujung tanduk. Sejak Agustus 2025 lalu, Dewi Parwati divonis mengidap Kanker Rahim stadium dua, kondisi yang memaksa Muzakir berhenti bekerja untuk fokus merawat istrinya.
Keterangan ini didapatkan langsung dari Muzakir di kediamannya yang sederhana, pada Kamis (14/01/2026). Dengan raut lelah dan wajah penuh kekhawatiran, Muzakir menceritakan betapa beratnya menjalani hari-hari ini. “Saya sudah tidak bisa apa-apa lagi, tidak bisa bekerja karena harus fokus ngurus istri saya yang sedang sakit Kanker Rahim stadium dua,” ujarnya dengan suara lirih.
Ketidakmampuannya untuk mencari nafkah membuat sumbangsih dari keluarga menjadi penopang utama. Namun, hal itu justru membebani batinnya. “Saya sudah malu minta bantuan sama keluarga terus menerus,” aku Muzakir, menyiratkan beban moral yang turut ia tanggung di tengah himpitan ekonomi dan kesehatan.
Di tengah keprihatinan itu, Muzakir menyampaikan permohonan bantuan yang sangat mendesak. Pertama, adalah kepemilikan BPJS Kesehatan gratis untuk memastikan kesinambungan pengobatan istrinya. Kedua, adalah bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga mereka. “Sekali lagi saya mohon bantuannya,” pintanya dengan harap.
Kondisi ini menyoroti kerentanan keluarga pra-sejahtera ketika dihantam ujian kesehatan berat. Perjuangan Muzakir merawat istri tercinta tanpa daya secara ekonomi menjadi gambaran nyata betapa pentingnya jaring pengaman sosial dan kesehatan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Diharapkan, melalui pemberitaan ini, pihak-pihak terkait dan masyarakat yang berbelas kasih dapat tergerak memberikan uluran tangan. (Re)






