Waspada! Potensi Gelombang Tinggi di Selat Sunda

- Jurnalis

Senin, 10 Juni 2019 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG,SB – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung mengeluarkan peringatan dini bahaya gelombang tinggi di perairan laut Lampung. Sehingga Masyarakat yang menggunakan jalur laut di harapkan berhati-hati.

Hal ini berlaku, Minggu-Rabu, 9-12 Juni 2019 di perairan seperti selat Sunda, perairan wilayah barat , serta periaran Timur Lampung.

Kepala BMKG Maritim Lampung, Sugiyono mengatakan, pihaknya mengeluarkan peringatan dini bahaya adanya potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan laut Lampung.

Dia menjelaskan kondisi angin di wilayah perairan laut Lampung pada umumnya bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 3-25 knot.

“Kecepatan angin tinggi itu menyebabkan terjadinya potensi peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan laut Lampung,”ujarnya, Senin (10/6).

Ia menjelaskan, untuk selat Sunda diprediksi akan mencapai tinggi gelombang yakni, 1,25 sampai 2,5 meter, dan hal ini masuk kategori bahaya.

“Sedangkan yang terjadi di perairan barat Lampung, selat sunda selatan dan tinggi gelombang lebih dari 4 meter dengan kategori sangat berbahaya, selain itub terjadi samudra hindia barat Lampung,” ujarnya.

Ia pun meminta kepada masyarakat khususnya pemudik yang masih menyebrang di pelabuhan Bakauheni,agar lebih berhati-hati.

“Kami pun mengimbau kepada pihak penyebrangan khusunya pelabuhan Bakauheni agar memberikan peringatan jika terjadi gelombang berbahaya , kami pun terlebih dahulu segera mengirimkan sinyal peringatan kepada pihak penyebrangan,”ujarnya. (*)

Berita Terkait

Ayah dan Kakek Setubuhi Anak Kandung Sendiri hingga Hamil 7 Bulan, Komnas PA Kabupaten Pesawaran: Tangkap Pelaku!
Masyarakat Adat Pepadun Laporkan Akun Facebook Mu’alim Taher ke Polres Pesawaran atas Dugaan Penghinaan Gelar Adat
Ketut Suwendra Komisi IV DPR RI Sosialisasikan Gemar makan ikan Di Kampung UGI
Tak Terima Disebut “Oknum”, Dokter RSUD Bob Bazar Undang Media, Wartawan Tolak: “Fokus pada Visum Korban, Bukan Cari Pembenaran”
Klarifikasi Melenceng dari RS Bob Bazar: Keluarga dan Wartawan Hanya Tanya Status Visum, Dibalas Tudingan Ingin Mengambil Hasil Visum
Usir Wartawan yang Tanyakan Visum Pasien, Komisi IV DPRD Lamsel Akan Panggil Pegawai RS Bob Bazar
Diusir Saat Bertugas, Staf RS Bob Bazar Kalianda Tolak Jawab Hasil Visum Kasus Pencabulan Anak Oleh Wartawan
Kunjungan Operational Strategic Advisory PTPN III (Persero) ke PTPN IV Regional VII, Perkuat Strategi Peningkatan Produksi dan Pengamanan Aset

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 23:06 WIB

Ayah dan Kakek Setubuhi Anak Kandung Sendiri hingga Hamil 7 Bulan, Komnas PA Kabupaten Pesawaran: Tangkap Pelaku!

Senin, 20 April 2026 - 14:27 WIB

Masyarakat Adat Pepadun Laporkan Akun Facebook Mu’alim Taher ke Polres Pesawaran atas Dugaan Penghinaan Gelar Adat

Senin, 20 April 2026 - 08:16 WIB

Ketut Suwendra Komisi IV DPR RI Sosialisasikan Gemar makan ikan Di Kampung UGI

Minggu, 19 April 2026 - 15:55 WIB

Tak Terima Disebut “Oknum”, Dokter RSUD Bob Bazar Undang Media, Wartawan Tolak: “Fokus pada Visum Korban, Bukan Cari Pembenaran”

Sabtu, 18 April 2026 - 18:41 WIB

Klarifikasi Melenceng dari RS Bob Bazar: Keluarga dan Wartawan Hanya Tanya Status Visum, Dibalas Tudingan Ingin Mengambil Hasil Visum

Berita Terbaru