Perbedaan antara Lingkungan Industri Keuangan Syariah dan Konvensional dalam Menghadapi Masalah Covid-19

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2020 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Ratih Hartiana
NPM : 1851030258
Prodi : Akuntansi Syariah F/ semester 4
Mata Kuliah : Manajemen Keuangan Syariah
Dosen Pengampu : Dr. Muhammad Iqbal Fasa, M.E.I

Dalam permasalahan pada saat ini yaitu pandemi covid 19 telah menjadi permasalahan yang cukup serius hampir di seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Bahwa penyebaran covid 19 yang dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi pada sebagian besar negara-negara diseluruh dunia menunjukan peningkatan dari waktu ke waktu dan telah menimbulkan korban jiwa, dan kerugian material yang semakin besar sehingga berimplikasi pada aspek,ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Dampak covid 19 tentunya akan dirasakan oleh lingkungan industri keuangan khususnya industri perbankan. Pandemi covid 19 ini diperkirakan akan melemahkan sektor perbankan di indonesia.

Sudah diketahui bahwa bank konvensional dan bank syariah memiliki perbedaan yaitu bank konvensional beroprasi menggunakan sistem riba (bunga) yang kemudian suku bunga di bank konvensional bisa berubah sesuai suku bunga di bank Indonesia, sedangkan bank syariah adalah bank yang beroprasi dengan prinsip ajaran agama islam tidak mengandalkan bunga, tetapi beroprasi dengan sistem bagi hasil dan margin. Bagi hasil yang diterapakan sesuai kesepakatan diawal dan akan dijalankan hingga akhir perjanjian. Sistem bagi hasil memiliki keunggulan yaitu memiliki efisiensi biaya paling tinggi dan memiliki diferensial yang unik maka akan memiliki keunggulan dalam melakukan persaingan menghadapi krisis covid 19. Islam secara tegas menempatkan peraturan pada prinsip syariah terutama keuangan karena lembaga berbasis syariah tidak hanya menawarkan alternatif yang lebih aman tetapi juga merupakan etika investasi yang adil, bersih dan transparan.

Baca Juga :  Nunik Hadiri Sidang Penerimaan Mahasiswa Baru Itera

Menurut JP Morgen ada risiko yang dihadapi dalam masa krisis termasuk pandemi covid 19 yaitu, penurunan kualitas aset, penyaluran kredit, dan pengetatan margin bunga bersih, dari risiko tersebut bank manakah yang lebih kuat dalam menghadapi krisis ekonomi akibat covid 19 bank konvensional atau bank syariah. Untuk risiko penurunan kualitas asset baik bank syariah maupun bank konvensional sama-sama akan dibantu POJK. Sedangkan untuk risiko penyaluran kredit bank syariah dan konvensional mengalami kondisi yang sama akan mengalami pelambatan penyaluran kridit,

Baca Juga :  Mahasiswi IIB Darmajaya Juara Kejurnas Shokaido Piala Danrem 031 Wira Bima

Tetapi bank syariah diprediksi memiliki keunggulan dibandingkan bank konvensional yaitu dalam risiko pengetatan margin bunga bersih dikarenakan bank syariah menggunakan sistem bagi hasil dengan sisitem bagi hasil maka kondisi neraca bank syariah pada masa krisis akibat covid 19 ini akan elastis kerena besarnya biaya yang diperuntukan pembayaran bagi hasil juga akan ikut menurun dengan penurunan pendapatan yang diperoleh bank syariah, berbeda dengan bank konvensional disaat pendapatan bunga kredit menurun tidak diikuti dengan penurunan biaya bunga ini yang akan menjadi permasalahan dari bank konvensional. Bahwa disimpulkan bank syariah akan lebih tahan dalam menghadapi pandemi covid 19 dibandingkan bank konvensional karena bank syariah memiliki kelebihan yaitu konsep bagi hasil dalam menghadapi krisis covid 19.

Berita Terkait

Pemilihan Ketua OSIS SMAN 9 Bandar Lampung Gunakan Sistem E-Vote
Kontingen MIN 1 Pesawaran Raih Prestasi Gemilang di Olimpiade Sains Lampung 2025
Khutbah Jumat di Islamic Centre Pesawaran, Ustad Seftri Ajak Jemaah Raih Kemerdekaan Jiwa Yang Hakiki
UTB Lampung Studi Banding ke Unpas Bandung, Bahas Dialektika Hukum dalam Dinamika
Mahasiswa UTB dan Unisba Bedah Isu Pajak hingga Krisis Organisasi: Kampus Harus Jadi Ruang Kritik Bangsa
Tiga Sekolah Baru Dibangun, Tapi Anak-anak di Pelosok Masih Menunggu
Ormas AKLI Dukung Sikap Kadisdik, Kasus PIP Harus Diselesaikan Secara Hukum
Kepala MA Mathla’ul Anwar Kedondong Ikuti Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 1 Pesawaran
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 00:07 WIB

Pemilihan Ketua OSIS SMAN 9 Bandar Lampung Gunakan Sistem E-Vote

Minggu, 24 Agustus 2025 - 12:45 WIB

Kontingen MIN 1 Pesawaran Raih Prestasi Gemilang di Olimpiade Sains Lampung 2025

Jumat, 22 Agustus 2025 - 13:22 WIB

Khutbah Jumat di Islamic Centre Pesawaran, Ustad Seftri Ajak Jemaah Raih Kemerdekaan Jiwa Yang Hakiki

Kamis, 21 Agustus 2025 - 15:00 WIB

UTB Lampung Studi Banding ke Unpas Bandung, Bahas Dialektika Hukum dalam Dinamika

Kamis, 21 Agustus 2025 - 11:53 WIB

Mahasiswa UTB dan Unisba Bedah Isu Pajak hingga Krisis Organisasi: Kampus Harus Jadi Ruang Kritik Bangsa

Berita Terbaru

HEADLINE

Prodewa Dukung Polri Usut Tuntas Aktor dan Pelaku Kerusuhan

Minggu, 31 Agu 2025 - 13:42 WIB

HEADLINE

NasDem Tendang Sahroni & Nafa dari DPR

Minggu, 31 Agu 2025 - 13:00 WIB