Pelanggan PDAM Kecamatan Way Khilau Keluhkan Kualitas Air yang Tak Layak Konsumsi

- Jurnalis

Selasa, 27 Juli 2021 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESAWARAN(SB) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Way Khilau kabupaten Pesawaran tidak berjalan efektif dalam melayani kebutuhan masyarakat dikarenakan selama 1 tahun belakang ini Air yang mengalir ke rumah warga di 10 Desa se-kecamatan Way Khilau tersebut sangat tidak layak konsumsi atau keruh dan kotor, padahal pada aliran di hulu sangat jernih.

Berdasarkan keterangan Nizam Virgo Ardi S.sos salah satu tokoh pemuda setempat kepada media mengatakan selain kondisi Air yang sangat tidak layak konsumsi, sejak 21Juli 2021 lalu aliran Air bersih di kecamatan Way Khilau mati total. Banyak warga masyarakat Desa mengeluh atas kematian air Bersih yang di kelola oleh BUMD Pesawaran tersebut.

“Ya, masyarakat Desa se-kecamatan Way Khilau sanagat mengeluh terkait adanya kejadian itu, karena Air bersih itu adalah kebutuhan sehari-hari masyarakat setempat,
padahal jika menang ada kerusakan harusnya pihak PDAM langsung mengecek dan memperbaikinya, kan ada anggaran untuk pemeliharaan dan perawatan, ditambah pembayaran setiap bulannya oleh masyarakat tidak pernah putus dalam tagihan ke kantor Unit PDAM yang beralamat kantor desa Kota Jawa kecamatan Way Khilau,” terang Virgo mewakili masyarakat, Selasa (27/7/2021).

Lanjut Virgo, tidak sekali dua kali petugas PDAM Way Khilau yang menagih langsung kepada konsumen. Menyikapi hal itu, Pada hari Minggu (25/7/2021) kemarin masyarakat yang sudah geram melakukan peninjauan langsung ke lokasi hulu Air bersih yang ada di desa Bayas Jaya. Saat melakukan peninjauan pihak masyarakat menemukan aliran air bersih yang terbuang sia-sia jauh dari kata manfaat.


“Kemudian kami perwakilan masyarakat berkumpul dirumah saya membahas terkait air bersih yang tidak layak konsumsi dan saat ini mati total,” ucapnya.

Ia berharap PDAM lebih meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dengan memperbaiki kualitas air bersih supaya tidak ada pihak yang dirugikan.

“Kalau seperti ini jelas pelanggan yang dirugikan,” ujarnya.

Sambungnya, saat di konfirmasi, Direktur PDAM Pesawaran Toga Torop seolah melemparkan tanggung jawab kepada yang bertugas yang melaksanakan pekerjaan teknis di lapangan dan tidak mau tau persoalan di bawah.

“Sangat disayangkan sekali oleh masyarakat kecamatan Wayay Khilau, petugas dan para pejabat di PDAM Pesawaran malah saling lempar tanggung jawab atas lembatnya tindakan dan tidak peduli terhadap keadaan air bersih, padahal ini menyangkut hajat hidup orang banyak.
Sampai berita ini di muat air bersih di kecamatan Way Khilau masih dalam keadaan mati total. (Red/SB)

Berita Terkait

Masyarakat Adat Pepadun Laporkan Akun Facebook Mu’alim Taher ke Polres Pesawaran atas Dugaan Penghinaan Gelar Adat
Ketut Suwendra Komisi IV DPR RI Sosialisasikan Gemar makan ikan Di Kampung UGI
Tak Terima Disebut “Oknum”, Dokter RSUD Bob Bazar Undang Media, Wartawan Tolak: “Fokus pada Visum Korban, Bukan Cari Pembenaran”
Klarifikasi Melenceng dari RS Bob Bazar: Keluarga dan Wartawan Hanya Tanya Status Visum, Dibalas Tudingan Ingin Mengambil Hasil Visum
Usir Wartawan yang Tanyakan Visum Pasien, Komisi IV DPRD Lamsel Akan Panggil Pegawai RS Bob Bazar
Diusir Saat Bertugas, Staf RS Bob Bazar Kalianda Tolak Jawab Hasil Visum Kasus Pencabulan Anak Oleh Wartawan
Kunjungan Operational Strategic Advisory PTPN III (Persero) ke PTPN IV Regional VII, Perkuat Strategi Peningkatan Produksi dan Pengamanan Aset
Holding Perkebunan Nusantara Dukung Generasi Sehat, PTPN IV PalmCo Jalankan Program Nutrisi di Riau

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 14:27 WIB

Masyarakat Adat Pepadun Laporkan Akun Facebook Mu’alim Taher ke Polres Pesawaran atas Dugaan Penghinaan Gelar Adat

Senin, 20 April 2026 - 08:16 WIB

Ketut Suwendra Komisi IV DPR RI Sosialisasikan Gemar makan ikan Di Kampung UGI

Minggu, 19 April 2026 - 15:55 WIB

Tak Terima Disebut “Oknum”, Dokter RSUD Bob Bazar Undang Media, Wartawan Tolak: “Fokus pada Visum Korban, Bukan Cari Pembenaran”

Sabtu, 18 April 2026 - 18:41 WIB

Klarifikasi Melenceng dari RS Bob Bazar: Keluarga dan Wartawan Hanya Tanya Status Visum, Dibalas Tudingan Ingin Mengambil Hasil Visum

Jumat, 17 April 2026 - 17:39 WIB

Usir Wartawan yang Tanyakan Visum Pasien, Komisi IV DPRD Lamsel Akan Panggil Pegawai RS Bob Bazar

Berita Terbaru