Masyarakat Adat Pepadun Laporkan Akun Facebook Mu’alim Taher ke Polres Pesawaran atas Dugaan Penghinaan Gelar Adat

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESAWARAN(SB) – Masyarakat adat Pepadun melaporkan akun Facebook bernama Mu’alim Taher ke Polres Pesawaran, Senin (20/4/2026). Pelaporan ini menyusul unggahan yang dinilai menghina suku Lampung, khususnya adat Pepadun, dengan mengubah gelar adat (Adok) resmi menjadi olok-olok.

Gelar yang dimaksud, yakni Suntan Bandar Marga, telah disahkan oleh punyimbang Bubidang Suku Pepadun Marga Way Semah. Dalam unggahan tersebut, gelar itu diubah menjadi “Suntan Dijunjung Spam”.

Tokoh adat Pepadun, Samsudin Gelar Paksi Sumbahan, menyatakan bahwa masyarakat adat merasa tersinggung dan dilecehkan.
“Akibat unggahan itu, masyarakat adat Pepadun merasa dihina dan dilecehkan,” ujarnya saat melapor di Polres Pesawaran.

Ia berharap aparat kepolisian segera menindak pemilik akun guna mencegah kemarahan yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Bukan berarti masyarakat adat tidak bisa bergerak sendiri. Namun, demi menjaga kedewasaan, penghinaan ini kami serahkan kepada pihak berwajib,” tegasnya.

Sementara itu, tokoh adat Gedong Tataan, Mad Nur Gelar Paksi Ulangan, menjelaskan bahwa langkah pelaporan ini diambil untuk meredam amarah warga.
“Jika tidak segera diambil tindakan, bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu, masyarakat sepakat untuk melaporkan kasus ini,” jelasnya.

Mad Nur juga mengimbau seluruh masyarakat adat Pepadun agar tetap tenang, tidak terprovokasi, dan menahan diri.
“Kita percayakan kepada kepolisian untuk menindak pelaku. Mari kita lihat perkembangan selanjutnya sebelum menentukan langkah berikutnya,” pungkasnya. (Red)

Berita Terkait

Ketut Suwendra Komisi IV DPR RI Sosialisasikan Gemar makan ikan Di Kampung UGI
Tak Terima Disebut “Oknum”, Dokter RSUD Bob Bazar Undang Media, Wartawan Tolak: “Fokus pada Visum Korban, Bukan Cari Pembenaran”
Klarifikasi Melenceng dari RS Bob Bazar: Keluarga dan Wartawan Hanya Tanya Status Visum, Dibalas Tudingan Ingin Mengambil Hasil Visum
Usir Wartawan yang Tanyakan Visum Pasien, Komisi IV DPRD Lamsel Akan Panggil Pegawai RS Bob Bazar
Diusir Saat Bertugas, Staf RS Bob Bazar Kalianda Tolak Jawab Hasil Visum Kasus Pencabulan Anak Oleh Wartawan
Kunjungan Operational Strategic Advisory PTPN III (Persero) ke PTPN IV Regional VII, Perkuat Strategi Peningkatan Produksi dan Pengamanan Aset
Holding Perkebunan Nusantara Dukung Generasi Sehat, PTPN IV PalmCo Jalankan Program Nutrisi di Riau
MTsN 2 Pesawaran Gelar Tes Akademik Calon Siswa Baru, Kepala Madrasah: “Kami Ingin Menjaring Generasi Unggul dan Berprestasi”

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 14:27 WIB

Masyarakat Adat Pepadun Laporkan Akun Facebook Mu’alim Taher ke Polres Pesawaran atas Dugaan Penghinaan Gelar Adat

Senin, 20 April 2026 - 08:16 WIB

Ketut Suwendra Komisi IV DPR RI Sosialisasikan Gemar makan ikan Di Kampung UGI

Minggu, 19 April 2026 - 15:55 WIB

Tak Terima Disebut “Oknum”, Dokter RSUD Bob Bazar Undang Media, Wartawan Tolak: “Fokus pada Visum Korban, Bukan Cari Pembenaran”

Sabtu, 18 April 2026 - 18:41 WIB

Klarifikasi Melenceng dari RS Bob Bazar: Keluarga dan Wartawan Hanya Tanya Status Visum, Dibalas Tudingan Ingin Mengambil Hasil Visum

Jumat, 17 April 2026 - 17:39 WIB

Usir Wartawan yang Tanyakan Visum Pasien, Komisi IV DPRD Lamsel Akan Panggil Pegawai RS Bob Bazar

Berita Terbaru