Massa Tolak Hasil Pemilu Lalu Serbu Kantor KPU Tulang Bawang Barat dalam Sispamkota.

- Jurnalis

Kamis, 19 Oktober 2023 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TULANG BAWANG BARAT (SB)-Ratusan massa yang tak puas dengan hasil pemilu bergerak menuju kantor KPU Tulang Bawang Barat. Massa yang mulai beringas lalu bertindak anarkis dengan membakar ban dan ingin menggagalkan sidang pleno.

Massa juga berusaha masuk ke dalam menguasai kantor KPU. Aksi saling lempar dan dorong pun tak terhindarkan antara massa dan aparat yang bersiaga di lokasi. Situasi chaos ini selanjutnya dilaporkan ke Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Ndaru Istimawan, S IK.

Sepenggal gambaran cerita tersebut merupakan simulasi sistem pengamanan kota (sispamkota) yang digelar Polres Tulang Bawang Barat Polda Lampung untuk mengantisipasi kerawanan Pemilu 2024.

Simulasi pengamanan jelang Pemilu 2024 ini, dihadiri Pj.Bupati Tulang Bawang Barat Drs.M.Firsada, M.Si, bersama Forkopimda dan stakeholder terkait lainnya.

Simulasi Sispamkota diawali dengan pelaksanaan apel yang dipimpin oleh Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Ndaru Istimawan, S.IK, yang dihadiri Pj.Bupati Tulang Bawang Barat Drs. M.Firsada, M.Si, bersama dari berbagai unsur mulai dari Polri, TNI, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Forkopimda dan stakeholder terkait lainnya.

Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Ndaru Istimawan, S.IK mengatakan kegiatan ini merupakan simulasi tahapan dalam Pemilu 2024. Adegan tersebut merupakan gambaran yang harus dilakukan oleh petugas jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan

“Petugas baik TNI Polri maupun pemerintah daerah diharapkan sudah siap melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Pemilu 2024,” kata Ndaru Istimawan, Kamis (19/10/2023).

Orang nomor satu di Polres Tulang Bawang Barat ini juga menambahkan Kabupaten Tulang Bawang Barat tidak termasuk kategori zona merah. Meski demikian petugas tidak boleh underestimate dengan situasi yang ada. Sebagai wujud kongkretnya, sebanyak 325 personel akan disiagakan saat pesta demokrasi tahun depan.

Tak hanya itu, ratusan personel kepolisian juga akan dibantu dari personel TNI, Linmas yang akan diterjunkan mengamankan Pemilu 2024. Seluruh personel juga akan dicek kesehatannya secara berkala agar siap sedia.

“Mudah-mudahan nanti dalam pelaksanaan pemilu semua pada level yang baik. Kita juga berharap nanti semua dalam kondisi siap dalam mengamankan kegiatan pesta demokrasi,” tandas Ndaru Istimawan.(humas_tubaba).

Berita Terkait

Diduga Minta “Upeti” per Unit Mesin Bor, Kakam Cempaka Jaya Dituding Pungli — Bantahan Keras: “Itu Tidak Benar ‎
Siswa MTsN 2 Pesawaran Raih Prestasi Gemilang pada Lomba ASPOSI Milad ke-52
MTsN 2 Pesawaran Didorong Masuk Program Adiwiyata, DLH Lakukan Kunjungan dan Pendampingan
Diduga Ada Pungutan 5% Dana BOP, Ketua PKG Penawartama Akui Penarikan Tanpa Dasar Aturan
Tokoh Adat Pepadun Kecam Unggahan Facebook Diduga Lecehkan Adat, Paksi Lima Pubian Bukkukjadi Keluarkan Pernyataan Sikap
Upaya Pelestarian Budaya, Guru MIN 1 Pesawaran Ikuti Bimtek Revitalisasi Bahasa Daerah di Bandar Lampung
Ayah dan Kakek Setubuhi Anak Kandung Sendiri hingga Hamil 7 Bulan, Komnas PA Kabupaten Pesawaran: Tangkap Pelaku!
Masyarakat Adat Pepadun Laporkan Akun Facebook Mu’alim Taher ke Polres Pesawaran atas Dugaan Penghinaan Gelar Adat

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 20:58 WIB

Diduga Minta “Upeti” per Unit Mesin Bor, Kakam Cempaka Jaya Dituding Pungli — Bantahan Keras: “Itu Tidak Benar ‎

Kamis, 23 April 2026 - 18:52 WIB

Siswa MTsN 2 Pesawaran Raih Prestasi Gemilang pada Lomba ASPOSI Milad ke-52

Kamis, 23 April 2026 - 18:35 WIB

MTsN 2 Pesawaran Didorong Masuk Program Adiwiyata, DLH Lakukan Kunjungan dan Pendampingan

Kamis, 23 April 2026 - 17:20 WIB

Diduga Ada Pungutan 5% Dana BOP, Ketua PKG Penawartama Akui Penarikan Tanpa Dasar Aturan

Kamis, 23 April 2026 - 16:57 WIB

Tokoh Adat Pepadun Kecam Unggahan Facebook Diduga Lecehkan Adat, Paksi Lima Pubian Bukkukjadi Keluarkan Pernyataan Sikap

Berita Terbaru