Kinerja BPJS Kesehatan Pesawaran Dipertanyakan, Masyarakat Keluhkan Keterbatasan Faskes

- Jurnalis

Kamis, 25 September 2025 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESAWARAN(SB) – Keluhan dari peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Pesawaran mengenai keterbatasan fasilitas kesehatan (faskes) tingkat I (klinik) mencuat. Dua warga dari Kecamatan Kedondong dan Gedong Tataan mengaku mengalami penolakan layanan dengan alasan ketiadaan tempat tidur, meski terlihat ada ruangan yang kosong.

Insiden pertama dialami oleh seorang warga yang mengidentifikasi diri sebagai BI. Ia mengungkapkan kekecewaannya saat menemani saudaranya berobat ke sebuah klinik di Gedong Tataan pada Jumat (19/09/2025). “Saudara saya ditolak dengan alasan kamar sudah penuh. Setelah saya cek langsung, ternyata masih ada beberapa kamar kosong,” ujar BI, Selasa (23/09/2025).

Menurut penuturannya, pihak klinik beralasan bahwa kamar kosong tersebut belum mendapatkan persetujuan dari Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pesawaran untuk dioperasikan. “Mereka menyatakan, jika kamar itu dipaksakan digunakan, biaya pelayanan untuk pasien di dalamnya tidak akan dibayar oleh BPJS. Pihak klinik bahkan menunjukkan surat permohonan penambahan tempat tidur yang telah diajukan sejak awal tahun dan sudah melalui proses kredensialing, namun hingga kini belum juga disetujui oleh BPJS,” sambung BI.

BI menyayangkan lambatnya respons BPJS dalam mengakomodasi pengajuan tersebut. “Ini kan untuk kepentingan masyarakat. Seharusnya BPJS mendukung jika ada klinik yang ingin memperluas pelayanan, bukan justru dipersulit dengan birokrasi,” tandasnya.

Keluhan serupa disampaikan oleh warga lain, RM. Keluarganya mengalami penolakan yang sama di klinik tersebut pada hari Minggu. “Keluarga saya akhirnya terpaksa dibawa pulang, padahal membutuhkan penanganan. Awalnya kami kira kliniknya yang bermasalah, ternyata masalahnya ada di persetujuan dari BPJS,” urainya. RM berharap BPJS Pesawaran lebih mengutamakan pelayanan kesehatan masyarakat ketimbang berbelit dalam birokrasi.

Menanggapi hal ini, Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Gedong Tataan, Chaidir Nuh, menyatakan sikapnya. “Saya mewakili kekecewaan masyarakat yang tidak terlayani secara optimal. Persoalannya bukan hanya penolakan, tetapi juga menyangkut kesigapan faskes, seperti dokter yang tidak standby, sulitnya perujukan, dan aturan zonasi yang dirasa mempersulit,” ungkap Chaidir.

Ia mempertanyakan koordinasi dan pengawasan dari BPJS Kesehatan Cabang Pesawaran. “Selalu bermasalah. Kami harap kondisi ini segera dibenahi. Jangan sampai masyarakat luas nanti yang mengevaluasi kinerja BPJS Pesawaran,” tegasnya. Chaidir menegaskan, ormasnya akan terus mengawal program-program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat, termasuk BPJS.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pesawaran, Mella Prihati, belum dapat dimintai konfirmasi. Namun, melalui perantara, ia memberikan janji pertemuan untuk keesokan hari guna memberikan penjelasan terkait berbagai keluhan yang dilayangkan masyarakat. (*)

Berita Terkait

Disorot! Bengkel Las Mesin Bor di Menggala Timur Raup Ratusan Juta, Diduga Belum Kantongi Izin Resmi
Gila! Ayah dan Kakek di Kedondong Perkosa Darah daging Sendiri sampai Hamil Tua, Warga Geram Pelaku Tak Juga Ditangkap
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Pengawasan Operasional, PTPN IV Regional VII Tingkatkan Produktivitas Kebun
Pendamping Desa Gelar IST, Perkuat BUMDes Se-Kecamatan Kedondong Hadapi Pemeringkatan 2026
Wira Tegaskan kepada Calon Ketua PWI Tuba Yang Terpilih Agar Segera Gelar UKW
Haru Perpisahan di MIN 1 Pesawaran, 2 Guru Purna Bakti, “Jasamu Tak Terlupakan”
Pesona Pesawaran Gelar Family Gathering di Pantai M Beach Kalianda, Eratkan Silaturahmi usai Lebaran
Pengurus DPD PAN Silaturahmi Sekaligus Halal Bihalal Bersama Wabup Tuba

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 14:19 WIB

Disorot! Bengkel Las Mesin Bor di Menggala Timur Raup Ratusan Juta, Diduga Belum Kantongi Izin Resmi

Kamis, 9 April 2026 - 20:29 WIB

Gila! Ayah dan Kakek di Kedondong Perkosa Darah daging Sendiri sampai Hamil Tua, Warga Geram Pelaku Tak Juga Ditangkap

Rabu, 8 April 2026 - 20:17 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Pengawasan Operasional, PTPN IV Regional VII Tingkatkan Produktivitas Kebun

Selasa, 7 April 2026 - 12:24 WIB

Pendamping Desa Gelar IST, Perkuat BUMDes Se-Kecamatan Kedondong Hadapi Pemeringkatan 2026

Senin, 6 April 2026 - 05:38 WIB

Haru Perpisahan di MIN 1 Pesawaran, 2 Guru Purna Bakti, “Jasamu Tak Terlupakan”

Berita Terbaru