Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi Diminta Bantu Benih Jagung Berkualitas Baik

LAMPUNG SELATAN(SB) – Warga Desa Banjarsuri, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, meminta bantuan benih Jagung yang berkualitas.

Hal tersebut disampaikan salah seorang perwakilan warga Desa Banjarsuri saat menghadiri kegiatan reses Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi di kediaman warga desa setempat, Senin lalu (3/5/2021).

Menurut Simon Munaji, pertanian saat ini makin lama makin maju. Dengan bertambahnya para petani, perlu adanya bantuan binih yang benar-benar berkualitas.

“Selama ini memang petani sudah mendapatkan bantuan berupa benih jagung. Namun bantuan benih yang kami terima hasil panennya tidak sesuai dengan harapan, justru cenderung merugi,” ujarnya.

“Oleh karena itu, masyarakat khususnya petani Jagung sangat berharap kepada Bapak sebagai anggota DPRD Lampung, yang membidangi pertanian dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat tentang bantuan benih jagung yang berkualitas. Kalau memberikan bantuan itu yang bagus dan menghasilkan agar tidak kami anggap seolah-olah benih bantuan asal-asalan seperti yang kami dapatkan selama ini.”

Menanggapi itu, Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani melalui bantuan benih jagung yang berkualitas.

Wahrul mengatakan, sudah selayaknya para petani mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat maupun provinsi dan daerah.

“Karena bagaimanapun juga petani adalah pahlawan ekonomi. Jika para petani hasilnya menurun akibat benih yang berkualitas, tidak menghasilkan yang maksimal. Maka, perekonomian juga bakal tidak stabil,” kata Ketua Partai Nasdem Lampung Selatan itu..

Wahrul bilang, Insya Allah untuk tahun ini tidak ada lagi bantuan bantuan benih yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Tahun ini, kata dia, tidak ada lagi benih asal-asalan yang tidak sesuai dengan tender dan verifikasinya.

“Maka itu harus sesuai dengan tahapan, verifikasinya, uji benihnya, sertifikatnya. “Kalau ini semuanya sudah bagus, enggak ada lagi yang namanya benih bohong-bohongan di kalangan petani,” ujarnya. (*)

Related Posts

About The Author

Add Comment

1 views