Ketua DPD Hanura Lampung Tegaskan Tolak Capres Yang Menggunakan Politik Identitas

- Jurnalis

Senin, 25 September 2023 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG(SB) – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPD) Partai Hanura Lampung, Mukti Shoheh menegaskan akan menjadi garda terdepan menghadang jika ada calon presiden (Capres) kampanye menggunakan politik identitas.

 

 

Mukti menilai, capres yang masih menggunakan politik identitas dalam kampanyenya merupakan capres yang tidak memiliki gagasan dan hanya ingin merebut kekuasaan. Capres seperti itu, masih kata Mukti tidak layak untuk dipilih.

 

 

“Jangankan dipilih, maju pun sebenarnya tidak layak,” ujarnya kepada awak media di Cafe Lamban Sabah Bandar Lampung, Senin(25/9/2023).

 

Lebih Mukti menilai, politik identitas akan menjadi senjata utama para capres untuk merebut suara rakyat. Dari tahun ke tahun, dari setiap pemilihan baik di tingkat daerah maupun nasional, cara tersebut masih sering dilakukan untuk mendapatkan suara rakyat.

 

 

Hanya saja, Mukti menyebut, cara tersebut tidak bisa dibenarkan dari sudut pandang manapun. Yang ada, kata Mukti pelan-pelan para capres merusak persatuan dan keragaman yang sudah melekat di dalam tubuh bangsa.

 

 

“Bagaimana mungkin kita bisa mempercayakan pemimpin Indonesia hasil dari politik identitas?,” ucapnya.

 

 

Mukti menambahkan, generasi muda hari ini adalah aset pemimpin masa depan bangsa. Mukti khawatir jika politik identitas seperti ini akan menjadi tradisi dan budaya dalam kontestasi politik di masa yang akan datang.

 

 

“Jangan ajarkan kami para generasi muda cara berpolitik adalah dengan politik identitas, itu sangat tidak dibenarkan,” tambahnya.

 

 

Kepada seluruh Capres, Mukti mengingatkan jika ada Capres yang masih menggunakan politik identitas dalam kampanyenya, tak segan-segan ia akan mengkritik keras sekaligus menjadi garda terdepan untuk menolak capres tersebut.

 

 

“Jika ada Capres yang masih menggunakan politik identitas untuk merebut suara hati rakyat, kami akan menjadi garda terdepan untuk mendepaknya,” tegasnya.

 

 

Mukti beserta jajaran pengurus partai Hanura Lampung menginginkan agar demokrasi Indonesia diisi dengan politik gagasan, politik yang menawarkan masa depan. Dengan cara itu, maka calon pemimpin Indonesia akan lahir dari pilihan cerdas rakyat, bukan sentimen.

 

 

“Rakyat harus memilih berdasarkan argumen, bukan sentimen. Disitulah demokrasi kita akan tumbuh. Selama ini demokrasi kota hanya diisi oleh perpecahan dan sentimen antar anak bangsa,” tandasnya.

 

 

Mukti berharap agar para Capres dan tim kampanye untuk menunjukkan bagaimana demokrasi Indonesia yang sebenarnya. Demokrasi yang menjunjung tinggi gagasan dan persatuan. Bukan demokrasi yang mengedepankan sentimen dan perpecahan.

 

 

“Kami sebagai generasi penerus bangsa, adalah anak kandung bangsa tidak ingin politik identitas menjadi kebiasaan dan tradisi dalam perpolitikan bangsa. Ini sangat mengkhawatirkan. Meninggalkan politik identitas untuk generasi muda penerus bangsa, kami akan hadang itu,” tutupnya. (*/SB)

Berita Terkait

Diduga Minta “Upeti” per Unit Mesin Bor, Kakam Cempaka Jaya Dituding Pungli — Bantahan Keras: “Itu Tidak Benar ‎
Siswa MTsN 2 Pesawaran Raih Prestasi Gemilang pada Lomba ASPOSI Milad ke-52
MTsN 2 Pesawaran Didorong Masuk Program Adiwiyata, DLH Lakukan Kunjungan dan Pendampingan
Diduga Ada Pungutan 5% Dana BOP, Ketua PKG Penawartama Akui Penarikan Tanpa Dasar Aturan
Tokoh Adat Pepadun Kecam Unggahan Facebook Diduga Lecehkan Adat, Paksi Lima Pubian Bukkukjadi Keluarkan Pernyataan Sikap
Upaya Pelestarian Budaya, Guru MIN 1 Pesawaran Ikuti Bimtek Revitalisasi Bahasa Daerah di Bandar Lampung
Ayah dan Kakek Setubuhi Anak Kandung Sendiri hingga Hamil 7 Bulan, Komnas PA Kabupaten Pesawaran: Tangkap Pelaku!
Masyarakat Adat Pepadun Laporkan Akun Facebook Mu’alim Taher ke Polres Pesawaran atas Dugaan Penghinaan Gelar Adat

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 20:58 WIB

Diduga Minta “Upeti” per Unit Mesin Bor, Kakam Cempaka Jaya Dituding Pungli — Bantahan Keras: “Itu Tidak Benar ‎

Kamis, 23 April 2026 - 18:52 WIB

Siswa MTsN 2 Pesawaran Raih Prestasi Gemilang pada Lomba ASPOSI Milad ke-52

Kamis, 23 April 2026 - 18:35 WIB

MTsN 2 Pesawaran Didorong Masuk Program Adiwiyata, DLH Lakukan Kunjungan dan Pendampingan

Kamis, 23 April 2026 - 17:20 WIB

Diduga Ada Pungutan 5% Dana BOP, Ketua PKG Penawartama Akui Penarikan Tanpa Dasar Aturan

Kamis, 23 April 2026 - 16:57 WIB

Tokoh Adat Pepadun Kecam Unggahan Facebook Diduga Lecehkan Adat, Paksi Lima Pubian Bukkukjadi Keluarkan Pernyataan Sikap

Berita Terbaru