Kerajinan Tangan Berbahan Tikew yang Diproduksi Warga Tiyuh Gedung Ratu Guna Menambah Penghasilan

- Jurnalis

Kamis, 9 Maret 2023 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULANG BAWANG BARAT (SB)-Warga Tiyuh Gedung Ratu produksi kerajinan tangan berbahan tikew untuk menambah penghasilan berbuah manis. Pasalnya, pasca kunjungan Pj Bupati Zaidirina hasil kreatifitas ibu-ibu PKK Tiyuh setempat masuk pangsa pasar.
Hal Itu dikatakan Dr. Zaidirina, SE, M Si. saat mengunjungi pusat kerajinan di Tiyuh Gedung Ratu .Rabu (8/3/23).
Dalam kunjungannya Zaidirina menyampaikan, dirinya mengapresiasi warga tiyuh Gedung Ratu dalam hal pemanfaatan tanaman rawa yang dijadikan berbagai produk kerajinan jenis anyaman sehingga memiliki nilai rupiah.
Berbagai hasil produksi tikew yang dibuat oleh warga Gedung Ratu seperti, peci, tas, dompet, tikar dan berbagai jenis produk lainya.
Lanjut Zaidirina, ini merupakan terobosan yang luar biasa dilakukan Pemerintah Tiyuh Gedung Ratu dalam menumbuh kembangkan produksi dan dinilai dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat yang pada umumnya adalah petani dan nelayan sungai.
Zaidirina percaya, karya anyaman  masyarakat Gedung Ratu dapat masuk ke pangsa pasar nasional jika mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan.
“kreatifitas mereka sangatlah luar biasa. Apalagi berkat karya mereka juga menjadikan daya tarik tersendiri bagi Tulang Bawang Barat (Tubaba) pada saat mengikuti beberapa ajang pameran di Provinsi Lampung dan Jakarta,” tuturnya.
Masih Zaidirina, rencananya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tubaba akan mendatangkan ahli (Pakar) bidang kerajinan dalam bentuk anyaman asal Provinsi Bali. Dengan harapan kedatangan ahli anyaman dapat memberikan pelatihan secara khusus sehingga ibu-ibu yang sudah menjalankan kegiatan kerajinan dapat semakin mahir.
Dirinya berjanji akan melakukan upaya-upaya agar hasil karya warga asli Tubaba dapat lebih dikenal masyarakat luas dan memiliki nilai jual di luar daerah bahkan sampai di kancah Nasional.
Dan Pemkab Tubaba kedepan akan menampung seluruh hasil kerajinan tangan masyarakat tersebut, sehingga mereka tidak lagi hilang arah dalam memasarkan berbagai produk anyaman nya.
“Tanggal 15 kita akan melaksanakan pelatihan yang pelatihnya nanti kita datangkan dari Bali,” tandasnya(*)

Berita Terkait

Ketut Suwendra Komisi IV DPR RI Sosialisasikan Gemar makan ikan Di Kampung UGI
Tak Terima Disebut “Oknum”, Dokter RSUD Bob Bazar Undang Media, Wartawan Tolak: “Fokus pada Visum Korban, Bukan Cari Pembenaran”
Klarifikasi Melenceng dari RS Bob Bazar: Keluarga dan Wartawan Hanya Tanya Status Visum, Dibalas Tudingan Ingin Mengambil Hasil Visum
Usir Wartawan yang Tanyakan Visum Pasien, Komisi IV DPRD Lamsel Akan Panggil Pegawai RS Bob Bazar
Diusir Saat Bertugas, Staf RS Bob Bazar Kalianda Tolak Jawab Hasil Visum Kasus Pencabulan Anak Oleh Wartawan
Kunjungan Operational Strategic Advisory PTPN III (Persero) ke PTPN IV Regional VII, Perkuat Strategi Peningkatan Produksi dan Pengamanan Aset
Holding Perkebunan Nusantara Dukung Generasi Sehat, PTPN IV PalmCo Jalankan Program Nutrisi di Riau
MTsN 2 Pesawaran Gelar Tes Akademik Calon Siswa Baru, Kepala Madrasah: “Kami Ingin Menjaring Generasi Unggul dan Berprestasi”

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 08:16 WIB

Ketut Suwendra Komisi IV DPR RI Sosialisasikan Gemar makan ikan Di Kampung UGI

Minggu, 19 April 2026 - 15:55 WIB

Tak Terima Disebut “Oknum”, Dokter RSUD Bob Bazar Undang Media, Wartawan Tolak: “Fokus pada Visum Korban, Bukan Cari Pembenaran”

Sabtu, 18 April 2026 - 18:41 WIB

Klarifikasi Melenceng dari RS Bob Bazar: Keluarga dan Wartawan Hanya Tanya Status Visum, Dibalas Tudingan Ingin Mengambil Hasil Visum

Jumat, 17 April 2026 - 17:39 WIB

Usir Wartawan yang Tanyakan Visum Pasien, Komisi IV DPRD Lamsel Akan Panggil Pegawai RS Bob Bazar

Kamis, 16 April 2026 - 18:47 WIB

Diusir Saat Bertugas, Staf RS Bob Bazar Kalianda Tolak Jawab Hasil Visum Kasus Pencabulan Anak Oleh Wartawan

Berita Terbaru