PESAWARAN(SB) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pesawaran, Hi. Firmansyah, M.Pd.I., secara resmi membuka kegiatan Pesantren Kilat Ramadan 1447 Hijriah di Aula MIN 1 Pesawaran pada Senin (9/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Semarak Ramadan 1447 H yang diselenggarakan oleh MIN 1 Pesawaran. Pesantren kilat tahun ini mengusung tema “Belajar Islam dengan Ceria, Menjadi Anak Sholeh Sepanjang Masa.”
Pesantren kilat tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas III hingga kelas VI serta para guru dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala MIN 1 Pesawaran Hi. Firmansyah mengatakan bahwa kegiatan pesantren kilat menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para siswa sejak dini.
“Melalui kegiatan pesantren kilat ini, kami berharap para siswa dapat belajar Islam dengan suasana yang ceria sekaligus menanamkan kebiasaan beribadah yang baik sejak dini sehingga menjadi anak sholeh sepanjang masa,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua sesi agar pembinaan kepada siswa dapat berjalan lebih efektif.
“Pelaksanaan kegiatan kami bagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa yang diikuti oleh siswa kelas III dan IV, sedangkan sesi kedua pada hari Rabu dan Kamis yang diperuntukkan bagi siswa kelas V dan VI,” jelasnya.
Firmansyah juga mengingatkan para siswa untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab.
“Kami berharap para siswa dapat mengikuti seluruh kegiatan dengan serius dan penuh tanggung jawab agar manfaat dari kegiatan ini benar-benar dirasakan,” katanya.
Selain mengikuti berbagai materi keagamaan selama pesantren kilat, para siswa juga diminta untuk mengisi Buku Ramadan yang telah dibagikan oleh pihak madrasah.
“Buku Ramadan tersebut menjadi sarana evaluasi amaliah ibadah siswa selama menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan,” tambahnya.
Melalui kegiatan pesantren kilat ini, pihak madrasah berharap para siswa tidak hanya memahami materi keagamaan secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari selama Ramadan maupun setelahnya. (Re)






