banner 728x250
Daerah  

Kecewa, Wartawan Dilarang Meliput Hearing Komisi IV DPRD Pesawaran Dengan Pihak RSUD Pesawaran

banner 120x600
banner 468x60

Beberapa awak media yang hadir di Gedung DPRD Kabupaten Pesawaran merasa kecewa dengan pasalnya Hearing Komisi IV DPRD Pesawaran bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tertutup untuk awak media dan LSM, Senin (21/6).

banner 325x300

Pihak keamanan DPRD Kabupaten Pesawaran melarang para awak media memasuki Gedung DPRD Kabupaten Pesawaran. Para awak media hanya diperbolehkan menunggu hingga Hearing selesai.

“Maaf pak, bapak wartawan. Pesan ketua komisi tidak boleh wartawan masuk kedalam. Karena ruang komisi penuh, nanti saja kalau mau wawancara usai hearing,”ungkap salah satu penjaga pintu masuk ruang Kantor DPRD Pesawaran, dengan pakaian safari itu kepada wartawan.

Karena dilarang masuk ke dalam ruangan, belasan awak media memilih berkumpul di depan lobi DPRD Kabupaten Pesawaran.

Diketahui dari pantauan diruang Komisi IV DPRD tersebut hearing itu langsung dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pesawaran Roliansyah, tidak hanya itu. Direktur RSUD Pesawaran dr. Yasmin yang didampingi oleh para pegawai rumah sakit dan sejumlah anggota DPRD turut hadir.

Namun, setelah menunggu 3 jam lamanya (jam 9 -11,red) para awak media tetap tidak di perbolehkan meliput kegiatan hearing. Tak lama setelah itu rombongan pihak RSUD yang dipimpin dr. Yasmin keluar dari ruangan Komisi IV DPRD melalui pintu belakang, sedangkan awal masuk rombongan dari pintu depan Kantor DPRD Pesawaran.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD LSM Gencar, Yani Basier sangat menyayangkan sikap dan kinerja pihak komisi IV DPRD Kabupaten Pesawaran. Dia menilai bahwa pihak wakil rakyat itu tidak terbuka dan terkesan ada yang di tutupi.

“Saya selaku Ketua LSM Gencar kecewa dan kita sangat menyayangkan sikap pihak dprd (komisi IV) yang melarang kawan-kawan Media untuk meliput kegiatan Hearing. Padahal saya sudah bilang sama wakil ketua komisi IV Roliansyah pada saat turun dari mobilnya menuju ruang komisi IV bahwa kami LSM dan Wartawan ingin meliput hearing itu dan seandainya tidak diperbolehkan ya perwakilan dari wartawan juga tidak apa-apa untuk mengambil gambar hearing tersebut, tapi setelah hearing dimulai kami juga tidak dipanggil,” cetus yani dengan nada kesal seraya mengatakan dirinya juga telah menghadirkan pihak korban dan suami pasien.

Diketahui, heringnya Komisi IV DPRD dengan RSUD Pesawaran tersebut merupakan tindak lanjut dari maraknya “rumor” pemberitaan di media koran, online maupun streaming terkait tidak maksimalnya pelayanan rumah sakit ‘plat merah’ tersebut.

Ditempatkan yang berbeda, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pesawaran Roliansyah mengatakan bahwa pihaknya bukan tidak memperbolehkan awak media untuk meliput kegiatan bearing.

“Bukan kami menolak para awak media. Hal itu karena kapasitas kita penuh betul tadi dari pihak rumah sakit,” ungkapnya, saat dikonfirmasi usai hearing dengan pihak RSUD Pesawaran,

Di depan tadi, kata Roliansyah, saya sudah bilang, setelah selesai hearing nanti kita ketemu untuk menjelasan hasil hearing itu.

” Ya mohon maaf, kalau pun tidak di ikut sertakan wartawan di hearing. Kawan-kawan juga bilang (anggota komisi IV), gimana bang ruangan penuh ini,” tuturnya.

Saat ditanya soal perwakilan dari wartawan untuk ikut serta dalam hearing, Roliansyah mengakui tidak tahu soal permintaan wartawan tersebut.

” Saya tidak tahu dan tidak ada yang bilang kalau wartawan minta perwakilannya untuk ikut serta dalam hearing,”ucapnya.

Roliansyah pun menyampaikan bahwa hearing tadi dengan RSUD hanya dengar pendapat terkait maraknya rumor yang beredar soal kurang maksimalnya pelayanan rumah sakit. (*/SB)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.