Arinal Sepelekan Mogoknya Dokter Spesialis RSUDAM

BANDARLAMPUNG,SB – Permasalahan yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) dinilai Gubernur Lampung Arinal Djunaidi hanya sebagai permasalah kecil saja, namun hal tersebut berbanding terbalik dengan adanya pelayanan yang terganggu dirumah sakit tersebut.

“Ya itu hanya hal-hal kecil, masalah internal saja sudah saya selesaikan,” kata Arinal saat di wawancarai, di ruang rapat gubernur, Jumat (6/9/2019).

Sementara, dari hasil putusan rapat SMF Bedah pada tanggal (2/9/2019) yang tertuang dalam nomor:140/SMF.B/X/2019 bahwa terhitung dari Rabu (4/9/2019) pelayanan Poliklinik Bedah (Beda Urologi, Bedah Orthopaedi,Bedah Umum, Bedah Onkologi, Bedah Anak, Bedah Syaraf, Bedah Plastik) di RSUDAM akan dihentikan.

Selain itu, permasalahan di SMF Poli Klinik anak juga mengeluarkan surat pemberhentian sementara pelayanan rawat inap seperti biasa dikarenakan jasa pelayanan yang belum sesuai dan berdarkan hasil rapat SMF Anak. Pada surat tersebut mendapatkan dukungan dari delapan dokter spesialis anak. Yang memberhentikan pelayanan terhitung mulai Jumat (6/9/2019).

Sehubungan dengan Komite Medik pada Kamis (5/9/2019) di Aula SMF Bedah RSUDAM, maka SMF Penyakit Dalam menginformasikan pengehentian sementara, penghentian Poliklinik Penyakit Dalam dan Poliklinik VCT (Kanca Sehati) terhitung, Jumat (6/9/2019) hingga tuntutan Komite Medik dipenuhi.

Sementara, sumber yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya mogok kerja dokter spesialis yang di RSUDAM. “Untuk pelayanan yang ada di Poli Anak, Poli Bedah dan Penyakit dalam tetap buka, namun tidak ada dokter spesialisnya, yang ada itu hanya dokter jaga,” kata dia.

Namun, hal tersebut sangat disayangkan dengan tidak transparannya pihak rumah sakit yang tidak menginfokan kepada masyarakat yang berkunjung. “Harusnya di infokan ke masyarakat kalau dokter spesialis tidak ada, yang ada itu hanya dokter jaga, ” ungkapnya.

Menurutnya, mogok kerja bersama tersebut karena belum keluarnya insentif. “Gimna ga mogok kerja, mereka itu dokter spesialis insentifnya kecil belum keluar juga,” pungkasnya.

Related Posts

About The Author

Add Comment

90 views