Arinal Cuek Soal PT LIP, Warga Lamsel Gruduk Kantor Gubernur

- Jurnalis

Senin, 10 Februari 2020 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG(SB) – Ratusan masa aliansi masyarakat Gunung Rajabasa, Lampung Selatan, mengelar aksi demo di halaman kantor gubernur Lampung, Senin (10/2/2020). Bersama tiga belas lembaga masyarakat, mereka mendesak Gubernur Lampung cabut Izin PT. Lautan Indonesia Persada (LIP).

Juhariansyah Warga Gunung Rajabasa Lampung Selatan, dalam aksinya mendesak gubernur Lampung Arinal Djunaidi harus cabut izin PT. LIP, karena perusahan ini terus melakukan penyedotan pasir di Gunung Anak Krakatau (GAK).

“Tsunami yang menerjang Lampung Selatan beberapa waktu lalu, merupakan dampak penyedotan pasir yang dilakukan oleh PT LIP ini, disekitar GAK,” kata dia saat orasi.

Masyarakat meminta gubernur secepatnya mencabut izin PT LIP, tak perlu menunggu sampai izin PT tersebut habis Maret mendatang.

“Kami mendesak gubernur segera mencabut izin PT LIP, tanpa menunggu bulan Maret. Dan tidak memperpanjang izinnya. Sebab banyak sekali masalah lingkungan yang ditimbulkan akibat PT LIP tersebut,” katanya.

Sebelumnya Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi meminta untuk tidak mempersoalkan pencabutan IUP pasir laut milik PT Lautan Indonesia Persada (LIP) di perairan Gunung Anak Krakatau (GAK).

“Kita jangan menyoal pencabutan izin PT LIP. Karena izin, berdampak kurang baik terhadap investasi lainnya,” kata Gubernur Lampung Arinal Djunaidi usai menghadiri acara peresmian Polifish Farm di kantor Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL), Bandar Lampung, Selasa (21/1/2019).

Arinal mengakui telah mendapat laporan terkait rekomendasi pencabutan IUP PT LIP yang dikirimkan DPRD Lampung. Untuk diketahui, IUP PT LIP akan habis masa berlakunya pada bulan Maret 2020 mendatang.

Gubernur menginginkan berakhirnya semua izin investor dalam keadaan baik. “Saya ingin, berakhirnya izin semua investor atau investas itu tidak dalam keadaan tidak baik,” kata Arinal.

“Persoalan ada kelakuan yang kurang baik, mari kita awasi. Apabila terjadi sesuatu yang masih dia langgar, ya kita pidanakan,” tegas dia. (tim)

Berita Terkait

Siruaya Utamawan Terpilih Menjadi Ketum FSP KEP KSPI, Prioritaskan Upah Layak dan Perlindungan Hukum
Siruaya Utamawan Nahkodai FSPKEP, Ketua PPNI Pesawaran Sampaikan Selamat
Ketua DPC KWRI Pesawaran Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Siruaya Utamawan sebagai Ketua Umum FSP KEP 2026–2031
Wamenaker Ajak JARNAS.INDO Bersinergi Wujudkan Pembangunan Ketenagakerjaan
Dukung Pelung Mendunia, Ketum HIPPAPI Hadir di Kontes Erte Papat Cup Lampung
Akademisi Hukum Soroti Sengketa Syarat Pendidikan Gibran di MK, Tekankan Perspektif Hukum Administrasi Negara
Jaga Keberlanjutan Organisasi, DPN-JWI Tetapkan Maxmillian Apituley sebagai Ketua Umum
Peringatan Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Sri Pamela Group, Entitas PTPN Group untuk Perkuat Semangat Kebangsaan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Siruaya Utamawan Terpilih Menjadi Ketum FSP KEP KSPI, Prioritaskan Upah Layak dan Perlindungan Hukum

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Siruaya Utamawan Nahkodai FSPKEP, Ketua PPNI Pesawaran Sampaikan Selamat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:53 WIB

Ketua DPC KWRI Pesawaran Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Siruaya Utamawan sebagai Ketua Umum FSP KEP 2026–2031

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Dukung Pelung Mendunia, Ketum HIPPAPI Hadir di Kontes Erte Papat Cup Lampung

Sabtu, 26 September 2026 - 08:38 WIB

Akademisi Hukum Soroti Sengketa Syarat Pendidikan Gibran di MK, Tekankan Perspektif Hukum Administrasi Negara

Berita Terbaru