PESAWARAN(SB) – Anggota MPR RI Komisi II Fraksi Partai Demokrat, Zulkifli Anwar, menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan berlangsung di kediaman Antoni Rozali, Desa Karang Anyar, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (19/9/2026).
Sosialisasi tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi serta tantangan ideologi saat ini.
Kepala Desa Karang Anyar, Saryoto, menyambut baik kegiatan tersebut.
“Saya selaku Kepala Desa mengucapkan selamat datang dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Zulkifli Anwar yang telah berkenan hadir di desa kami untuk memberikan pencerahan tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Saryoto.
Menurut Saryoto, kegiatan ini sangat penting bagi warga. Di tengah perkembangan zaman dan maraknya berita hoaks di media sosial, pemahaman tentang 4 Pilar menjadi benteng utama agar warga tetap rukun, bersatu, dan tidak mudah diadu domba.
“Kami berharap, setelah kegiatan ini, warga kami bisa lebih memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari gotong royong, toleransi antarumat beragama, hingga menjaga persatuan,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, Zulkifli Anwar menegaskan bahwa 4 Pilar Kebangsaan merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Empat Pilar ini bukan sekadar hafalan, tetapi harus menjadi pedoman hidup. Di tengah perbedaan pendapat, suku, dan agama, kita harus tetap ingat bahwa kita satu, yaitu Indonesia. Jangan sampai kita mudah terpecah belah oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab,” ujar Zulkifli Anwar di hadapan peserta sosialisasi.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak melupakan sejarah dan jati diri bangsa. Menurutnya, pengamalan Pancasila harus dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, dan warga sekitar. Peserta tampak antusias mengikuti sosialisasi dan berdialog langsung dengan narasumber mengenai implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam 4 Pilar Kebangsaan untuk menjaga keutuhan NKRI.
Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—merupakan fondasi krusial untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia di tengah arus modernisasi dan polarisasi digital. Tanpa pemahaman yang kuat terhadap empat pilar ini, bangsa yang besar akan mudah rapuh dari dalam.
Bayangkan Indonesia sebagai sebuah rumah besar yang dihuni oleh jutaan orang dengan latar belakang berbeda. Rumah itu tidak akan berdiri kokoh tanpa fondasi yang kuat. 4 Pilar Kebangsaan adalah tiang penyangga rumah tersebut. (*)






