Tulang Bawang (SB) – Polemik dunia pendidikan di Tulang Bawang yang menjadi sorotan publik pada saat ini, salah satunya terjadi di sekolah IT Generasi Berlian dibawah naungan yayasan Pendidikan Putra Menggala Nasional dengan pihak keluarga ahli waris pemilik tanah dan bangunan gedung yang menjadi tempat kegiatan belajar mengajar.
Sebelumnya gedung bangunan yang dipakai tempat kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah IT Generasi Berlian, merupakan bangunan gedung Ex. sekolah swasta SMK-SMA Nasional yang pada masa itu pernah berjaya dalam mendidik dan ikut serta mencerdaskan anak bangsa, khususnya di wilayah Menggala Kabupaten Tulang Bawang.
Seiringnya waktu berjalan sekolah swasta SMK-SMA Nasional itu mulai terkikis oleh jaman hingga diakhir tahun 2018 sudah tidak ada aktifitas belajar mengajar dikarenakan sekolah Negeri yang sudah mulai banyak berdiri sebagai persaingan.
Mega Kurniawan salah satu pihak ahli waris dari bangunan Gedung Ex. SMK-SMA Nasional yang di tempati oleh sekolah IT Generasi Berlian, menceritakan asal mulanya berdiri sekolah IT Generasi Berlian adalah saudara Perdiansyah selaku ketua yayasan Pendidikan Putra Menggala Nasional bersama saudara Eri Sandra mendatangi kediaman kakaknya di Bandar Lampung untuk membahas pemakaian bangunan gedung yang sudah tidak terpakai lagi, untuk membuka sekolah SD dan SMP bernuansa islam.
”Kedatangan mereka berdua diakhir tahun 2019 di sambut baik, apa lagi niat serta tujuannya baik untuk mendirikan kembali sekolah demi mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Untuk saudara Perdiansyah, kami dari pihak keluarga memang tidak kenal, tapi karena jalannya bersama saudara Eri Sandra yang merupakan orang kepercayaan dari almarhum orang tua kami, semenjak waktu masih mengajar di SMK-SMA Nasional, maka kami pihak keluarga mengijinkan pemakaian bangunan gedung tersebut,” jelas bung panggilan dari Mega Kurniawan, Senin 18 Mei 2026 pada media ini.
Dikatakannya, berjalannya waktu sekolah IT Generasi Berlian dari tahun ke tahun mulai berjalan ramai. Selama dua tahun berjalan itu gratis tidak ada kompensasi dari pihak yayasan yang kami minta. Pada tahun 2022 kakak saya pihak ahli waris bangunan gedung yang dipakai, membuat kesepakatan perjanjian Kerjasama di Notaris antara ketua yayasan Pendidikan Putra Menggala Nasional, dengan beberapa poin, yang salah satu poinnya berisi kesepakatan bagi hasil secara bersama 50 % disetiap akhir tahun ajaran untuk kedua belah pihak.
“Dari hasil kesepakatan perjanjian kerjasama tersebut, kami belum menerima bagi hasilnya. Sampai di tahun 2025 kami datang kesini menanyakan langsung mana hak punya kami?, barulah diberikan itupun jauh dari harapan kami,” terangnya.
Selanjutnya, ia menjelaskan sesuai dari komitmen perjanjian kerjasama, maka kami minta bersama sama dalam mengelola keuangan dan untuk program kegiatan lain sebagainya masih tetap yayasan Pendidikan Putra Menggala Nasional. Dan selama berjalanya kami mulai menaikan gaji guru 10 persen yang terutama dan memperbaiki sarana prasarana sekolah.
”Pada puncaknya, saya berpikir untuk tahun ajaran baru 2026/2027 itu sekolah bakal kekurangan 1-2 lokal ruangan kelas, maka kita sudah mulai beli batu untuk persiapan bangun ruang kelas baru. Namun di bulan September tahun 2025 SMP IT Generasi Berlian mendapatkan bantuan revitalisasi, yang semestinya dibangun disini karena pengajuan awalnya jelas dari bangun sekolah yang ada saat ini. Akan tetapi bangunan bantuan revitalisasi itu dibangun tempat lain. Dan sampai saat ini Sdr. Perdi tidak mau terbuka jujur menceritakan bantuan itu, seolah olah itu rezeki miliknya yang turun dari langit untuk dia. Sdr. Perdi lupa akan perjanjian kerjasama notaris yang mana dalam perjanjian tersebut diatur segala bantuan yang sah harus ada transparansi, apalagi menyangkut urusan uang yang nilainya sebesar Rp. 1.377.000.000,- bantuan ini cukup besar. Sangat wajib hukumnya kami kedua belah pihak sama-sama mengetahui,” urainya.
Ia mengatakan setelah proses revitalisasi itu, saya mengajukan tawaran karena saya nilai dia sudah mau pisah dari saya. Maka kita berbagi yang SMP ke dia karena sudah ada tiga ruang bangunan revitalisasi dan SD masih di bangunan gedung lama disini. Dari situlah kita mulai banyak negosiasi di bulan Januari dia minta kompensasi ganti murid dan gurunya dengan nilai 386 juta dan akhirnya kita negosiasi lagi akhirnya jadi 228 juta dengan catatan sisa uang bagi hasil dan uang yang dipakainya kita anggap lunas. Tapi ternyata pada saat akan menyerahkan uang, bahkan dia sudah ada perjanjian diatas materai dia ingkar tidak mau. Kalau begitu kita ngak bisa lagi negosiasi, kita selesaikan aja ke Dinas.
”Pada akhirnya kita lakukan lah musyawarah dengan pihak dinas dan wali murid dengan kesepakatan sampai tahun ajaran ini kegiatan masih tetap disini dan struktur dari mulai dari kepala sekolah masih tetap, jadi sepakat semua. Namun pada pelaksanaannya berubah sehingga jadi kisruh dalam KBM ini,” ungkap Mega Kurniawan.
Selanjutnya, ia menambahkan akhirnya kita mulai lah memutuskan membuat sekolah baru dengan nama SD IT Cendikia Nur Islam, dan syarat perijinan sampai saat ini sudah dilengkapi semua.
”Untuk hari ini penutupan gerbang sekolah IT Generasi Berlian, hanya sementara waktu sampai ada kesepakatan lebih lanjut nantinya. Dikarenakan dari komitmen perjanjian semua bentuk kegiatan belajar mengajar dan sebagainya tetap disini sampai akhir tahun ajaran, namun pada kenyataannya mereka membuat acara Tasmi Qur’an disana,” tutupnya.
Terpantau oleh media ini pada hari kejadian penutupan gerbang tersebut pihak Kapolsek Menggala dan Camat Menggala turun langsung memantau dan berharap kedua belah pihak, agar bisa duduk bareng bersama dinas Pendidikan Tulang Bawang mencarikan solusi terbaik supaya tidak bias ke wali murid dan peserta didik.
Sementara salah satu wali murid juga berharap polemik ini bisa ada solusi yang baik sesuai dari kesepakatan.
Terpisah pada hari yang sama Senin 18 Mei 2026 saat dikonfirmasi ketua yayasan Pendidikan Putra Menggala Nasional sekolah IT Generasi Berlian, Perdiansyah belum bisa memberikan keterangan secara detail terkait polemik yang terjadi.
”Maaf bang, hari ini saya masih banyak kegiatan. Jadi nanti kita sambung obralan lagi bersama,” jawaban singkatnya kepada media ini.
Sampai pada hari Rabu 20 Mei 2026 belum juga ada komunikasi balasan dari pesan singkat WA yang dikirim pada hari Senin lalu. (*)




