Gila! Ayah dan Kakek di Kedondong Perkosa Darah daging Sendiri sampai Hamil Tua, Warga Geram Pelaku Tak Juga Ditangkap

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESAWARAN(SB) – Sebuah kasus pencabulan dengan dampak luar biasa memilukan terungkap di Kecamatan Kedondong. Seorang anak di bawah umur diketahui tengah hamil tujuh bulan. Yang lebih mengenaskan, janin yang dikandungnya diduga merupakan hasil dari perbuatan bejat ayah dan kakek kandungnya sendiri.

Meski kondisi korban sudah sangat memprihatinkan, kedua pelaku hingga kini masih berkeliaran dengan leluasa di lingkungan desa setempat. Hal ini memicu kemarahan warga yang mengancam akan melakukan tindakan anarkis jika aparat tidak segera menangkap pelaku.

Menurut keterangan Mualimin (47), tetangga korban sekaligus tokoh masyarakat, awal mula kasus ini terbongkar saat korban memeriksakan diri karena merasa tidak enak badan. Bidan yang memeriksa merasa curiga melihat perut korban yang tampak besar. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui korban positif hamil.

“Dari hasil penelusuran, korban mengaku bahwa pelakunya adalah bapak kandung dan kakeknya sendiri. Kejadian ini sudah berlangsung hampir satu bulan,” ujar Mualimin, Kamis (9/4/2026).

Mualimin menyampaikan bahwa warga sekitar sangat khawatir jika pelaku tidak segera ditangkap. “Kami khawatir akan mengundang amarah warga karena sudah ada ancaman tindakan anarkis. Kami berharap polisi segera bertindak,” tegasnya.

Sementara itu, Enmeru, salah satu tokoh pemuda Kedondong, juga mengecam keras perbuatan tersebut. Ia mendesak pihak kepolisian untuk segera melakukan tindakan tegas guna meredam amarah warga dan mengungkap kasus ini secara transparan.

“Perbuatan ini sangat tidak manusiawi. Kami minta kepolisian bergerak cepat sebelum situasi di lapangan semakin panas,” kata Enmeru.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penegakan hukum terhadap kedua pelaku. Namun, desakan publik terus menguat agar keadilan segera ditegakkan demi melindungi korban dan mencegah potensi main hakim sendiri oleh warga. (Re)

Berita Terkait

Bupati Tulang Bawang Hadiri Rapat Kerja SMSI  ‎
Posbakum ADIN Lampung Bersama BNN, Kanwil Kemenkum Lampung dan Anggota Komisi III DPR RI Gelar Penyuluhan Hukum, Dorong Peran Paralegal dan Pencegahan Narkoba di Pesawaran
Wujudkan Solidaritas Persaudaraan, PSHT Ranting Kedondong Salurkan Bantuan untuk Anggota Korban Kecelakaan
Qudrotul Ikhwan Support Konferkab ke 9 PWI Tulang Bawang ‎
Grand Opening SPPG Binong Way Layap 2 Diharapkan Pacu Ekonomi Desa dan Wujudkan Program Gizi Nasional
MIN 1 Pesawaran Raih Juara 1 Olimpiade Bahasa Inggris Tingkat Nasional
Asal Mula Polemik Penutupan Gerbang Sekolah IT Generasi Berlian ‎
Winardi Yusup, S.H. & Partners Perkuat Sinergi Pengawasan Pelayanan Publik Bersama Ombudsman RI Lampung

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:39 WIB

Bupati Tulang Bawang Hadiri Rapat Kerja SMSI  ‎

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:39 WIB

Posbakum ADIN Lampung Bersama BNN, Kanwil Kemenkum Lampung dan Anggota Komisi III DPR RI Gelar Penyuluhan Hukum, Dorong Peran Paralegal dan Pencegahan Narkoba di Pesawaran

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:32 WIB

Wujudkan Solidaritas Persaudaraan, PSHT Ranting Kedondong Salurkan Bantuan untuk Anggota Korban Kecelakaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:18 WIB

Qudrotul Ikhwan Support Konferkab ke 9 PWI Tulang Bawang ‎

Senin, 25 Mei 2026 - 17:22 WIB

Grand Opening SPPG Binong Way Layap 2 Diharapkan Pacu Ekonomi Desa dan Wujudkan Program Gizi Nasional

Berita Terbaru

Berita

Bupati Tulang Bawang Hadiri Rapat Kerja SMSI  ‎

Sabtu, 6 Jun 2026 - 09:39 WIB