Lampung Selatan (SB) – Kasus hilangnya sebuah mobil di area parkir Pantai Sanggar, Lampung Selatan, pada Rabu (1/4/2026) malam, mendapat respons dari Wakil Ketua Karang Taruna Kabupaten Lampung Selatan. Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat, terutama insan pers, untuk membangun dan menjaga kepercayaan publik terhadap pariwisata daerah.
Dalam siaran pers resmi yang diterima media, Kamis (2/4/2026), Wakil Ketua Karang Taruna Lamsel menegaskan bahwa meskipun kasus tersebut harus ditindak lanjuti secara hukum, akurasi informasi menjadi kunci agar tidak memicu kesalahpahaman yang merusak citra pariwisata.
“Kami menyadari kasus ini menjadi perhatian publik. Pihak berwenang telah bergerak menyelidiki. Namun, kita juga harus waspada terhadap penyebaran informasi berlebihan yang bisa membuat wisatawan khawatir berkunjung,” ujarnya.
Ia menyebut Pantai Sanggar sebagai destinasi unggulan yang berkontribusi positif bagi ekonomi lokal. Karena itu, ia meminta pemberitaan didasarkan pada fakta terverifikasi dan turut menyertakan upaya pengelola serta aparat dalam meningkatkan keamanan.
Imbauan untuk Berbagai Elemen:
· Pengelola wisata diminta mengevaluasi sistem keamanan, menambah pos pengawasan, dan memeriksa kamera CCTV.
· Masyarakat lokal agar menjadi “mata dan telinga” serta tidak menyebarkan kabar bohong.
· LSM diminta memantau dan memberi masukan konstruktif.
· Wisatawan diimbau lebih berhati-hati memarkir kendaraan dan melaporkan hal mencurigakan.
Wakil Ketua Karang Taruna Lamsel menambahkan, pihaknya akan mendorong pembentukan tim kerja bersama dengan polisi, pengelola wisata, dan warga untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Sementara itu, perwakilan Polisi Lampung Selatan memastikan penyelidikan berjalan profesional dan transparan. “Kami tingkatkan patroli di kawasan wisata untuk memberi rasa aman,” ujar petugas.
Perwakilan jurnalis yang hadir dalam konferensi pers juga menyatakan komitmen untuk menyajikan berita seimbang dan bertanggung jawab berdasarkan fakta dari sumber sah.
“Kita tidak boleh membiarkan satu kejadian menjadi hambatan. Jadikan ini momentum untuk menunjukkan kepedulian terhadap keamanan wisatawan serta kerja sama membangun pariwisata yang dipercaya dan berkelanjutan,” pungkas Wakil Ketua Karang Taruna Lamsel. (Re)






