Akibat Belum Higenis Dapur MBG Menggala Tengah sebabkan Siswa keracunan

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

module: a; 
hw-remosaic: 0; 
touch: (-1.0, -1.0); 
modeInfo: ; 
sceneMode: Auto; 
cct_value: 0; 
AI_Scene: (-1, -1); 
aec_lux: 98.0; 
hist255: 0.0; 
hist252~255: 0.0; 
hist0~25: 0.0;

module: a; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 98.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~25: 0.0;

Tulangbawang (SB) – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Menggala Tengah diduga Tidak Memiliki Sertifikat Laik Higenis Sanitasi (SLHS) atau Izin Belum Lengkap dan melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP).

Dugaan tidak mempunyai izin yang lengkap, Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di kelurahan Menggala Tengah kecamatan Menggala kabupaten Tulangbawang Provinsi Lampung Sementara Ditutup. Rabu, (25/02/2025).

 

Saat dikonfirmasi Awak media “Fajri Kepala SPPG Setempat Menyatakan ”Benar adanya bahwa saat pembangunan Dapur MBG pihak pengelola belum mengurus perizinan ke Pemerintah kabupaten (Pemkab), karna ini Program Nasional maka harus Siap dapurnya masalah SLHS nanti nyusul, imbuhnya

 

Kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Menggala terus bertambah Hingga hari ini, tercatat 35 siswa-siswi menjadi korban dan harus mendapatkan penanganan medis.

 

Hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang, Ferli Yuledi, mengungkap fakta baru. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Menggala Tengah, diketahui belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan setempat, yang seharusnya menjadi syarat utama dalam menjamin keamanan pangan.

 

Tanpa kepemilikan SLHS, keamanan makanan tidak dapat dijamin dan berisiko tinggi menyebabkan penyakit, termasuk keracunan pangan pada penerima manfaat program.

 

Kepala SPPG Menggala Tengah, Fajri, mengakui pihaknya memang belum memiliki SLHS sejak dapur tersebut mulai beroperasi pada Agustus 2025.

 

“Sejak dibuka pada bulan Agustus sampai hari ini kami pihak SPPG Menggala Tengah belum memiliki SLHS. Namun bukan karena tidak diurus, melainkan sudah diajukan ke Dinas Kesehatan sejak dua bulan terakhir. Sampai saat ini belum keluar, kemungkinan masih ada persyaratan yang belum terpenuhi karena prosesnya cukup banyak,” ujarnya.

 

Selain persoalan sertifikasi, pengawasan mutu makanan di SPPG Menggala Tengah juga dinilai belum memenuhi standar. Proses kontrol kualitas masih dilakukan secara manual tanpa pemeriksaan mendalam oleh ahli gizi.

 

Padahal, peran ahli gizi sangat krusial dalam perencanaan menu seimbang, perhitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG) berdasarkan kelompok usia, serta pengawasan keamanan pangan mulai dari bahan baku hingga distribusi. Hal ini penting untuk memastikan makanan aman, bergizi, dan higienis bagi anak-anak dan ibu hamil.

 

“Dalam kontrol kualitas pangan, kami masih melakukan pemeriksaan manual. Seperti pada telur asin yang diduga menjadi sumber keracunan, hanya dilakukan pengelapan agar terlihat bersih, meski secara fisik sebenarnya sudah tampak bersih,” jelas Fajri.

 

Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa SPPG Menggala Tengah tidak sepenuhnya mengindahkan regulasi, khususnya Permenkes Nomor 1096 Tahun 2011 dan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, yang secara tegas mewajibkan setiap dapur SPPG memiliki SLHS sebagai bukti pemenuhan standar kebersihan dan sanitasi.

 

Sementara itu, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan imbauan secara nasional agar dilakukan percepatan penerbitan SLHS.

 

Bahkan, Kemenkes mengancam akan menutup atau menangguhkan (suspend) operasional dapur MBG yang tetap beroperasi tanpa sertifikasi laik higiene sanitasi.

 

Kasus ini menjadi peringatan serius terhadap pentingnya pengawasan ketat dalam pelaksanaan program MBG agar tujuan meningkatkan status gizi masyarakat tidak menimbulkan dampak negatif. (Sut)

Berita Terkait

Disorot! Bengkel Las Mesin Bor di Menggala Timur Raup Ratusan Juta, Diduga Belum Kantongi Izin Resmi
Gila! Ayah dan Kakek di Kedondong Perkosa Darah daging Sendiri sampai Hamil Tua, Warga Geram Pelaku Tak Juga Ditangkap
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kepedulian Sosial, PTPN IV Regional III Salurkan Zakat ke Masyarakat
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Pengawasan Operasional, PTPN IV Regional VII Tingkatkan Produktivitas Kebun
Pendamping Desa Gelar IST, Perkuat BUMDes Se-Kecamatan Kedondong Hadapi Pemeringkatan 2026
Wira Tegaskan kepada Calon Ketua PWI Tuba Yang Terpilih Agar Segera Gelar UKW
Haru Perpisahan di MIN 1 Pesawaran, 2 Guru Purna Bakti, “Jasamu Tak Terlupakan”
Pesona Pesawaran Gelar Family Gathering di Pantai M Beach Kalianda, Eratkan Silaturahmi usai Lebaran

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 14:19 WIB

Disorot! Bengkel Las Mesin Bor di Menggala Timur Raup Ratusan Juta, Diduga Belum Kantongi Izin Resmi

Kamis, 9 April 2026 - 20:29 WIB

Gila! Ayah dan Kakek di Kedondong Perkosa Darah daging Sendiri sampai Hamil Tua, Warga Geram Pelaku Tak Juga Ditangkap

Rabu, 8 April 2026 - 20:19 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kepedulian Sosial, PTPN IV Regional III Salurkan Zakat ke Masyarakat

Rabu, 8 April 2026 - 20:17 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Pengawasan Operasional, PTPN IV Regional VII Tingkatkan Produktivitas Kebun

Selasa, 7 April 2026 - 12:24 WIB

Pendamping Desa Gelar IST, Perkuat BUMDes Se-Kecamatan Kedondong Hadapi Pemeringkatan 2026

Berita Terbaru