TYI Lecture Series, SBY: “Krisis Iklim dan Krisis Lingkungan Itu Nyata

- Jurnalis

Selasa, 13 Mei 2025 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta – Menanggapi permasalahan di dunia akhir-akhir ini, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi perhatian khusus pada perkembangan dunia yang kurang menggembirakan. “Tiba-tiba dunia kita dijejali dengan isu-isu yang mungkin sebagian mencemaskan, ditambah peperangan masih terjadi di sana-sini. Geopolitik semakin memanas, ditambah lagi dengan perang dagang, perang ekonomi yang mungkin menjadikan dunia kita semakin rumit, semakin vulnerable, semakin berbahaya, dan barangkali bisa mengancam kehidupan bangsa sedunia,” kata SBY.

“Saya kira semua sepakat bahwa dunia yang semakin damai, dunia yang semakin adil, dunia yang semakin sejahtera adalah dunia yang memberikan harapan bagi siapapun. Terlepas dari ikatan identitas, terlepas dari batas-batas internasional. Satu hal, kalau kita gagal bersatu untuk memastikan krisis iklim, krisis lingkungan dengan segala dampaknya, maka terus terang kita gagal untuk mengemban misi yang diberikan oleh Tuhan dan misi kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab kita semua, bangsa-bangsa sedunia. Semua tahu bahwa krisis iklim, krisis lingkungan itu real. Bukan fiksi, bukan hoaks,” lanjutnya.

Baca Juga :  Mingrum Gumay Dukung Pemutihan Pajak

Hal tersebut disampaikan SBY saat memberikan sambutan penutup di akhir acara TYI Lecture Series dengan tema *“Green Growth: Sustainable Growth with Equity”*, Senin (12/5) pagi di Hotel Marriott, Yogyakarta.

SBY juga menyampaikan, diperlukan aksi bersama yang real, efektif, dan memberikan dampak yang nyata pula. “Dalam kaitan ini menurut saya apa yang digagas secara bersama, apa yang hendak dilakukan secara serius oleh Stanford University dengan TYI dan banyak kalangan, banyak entitas, banyak perguruan tinggi yang juga peduli, menurut saya ini sesuatu yang harus terus dihidupkan,” tutur SBY.

“Kita harus mengingatkan dunia kita, jangan larut dalam konflik dan peperangan ketegangan geopolitik yang hanya lebih menyusahkan kehidupan manusia. Marilah kita lebih bersatu. Marilah kita lebih berkolaborasi. Marilah kita lebih bekerjasama,” sambungnya.

SBY mengingatkan bahwa ada isu besar yang tidak boleh dibiarkan, karena hal tersebut akan memberikan dampak buruk bagi semua bangsa di dunia. “Mungkin kurang menjadi perhatian publik dibandingkan isu tentang peperangan, tentang geopolitik, tentang global ekonomi dan lain-lain dalam artian yang sedang terjadi sekarang ini, tapi percayalah bahwa yang kita lakukan ini justru yang bisa menyelamatkan masa depan bangsa-bangsa, masa depan dunia, masa depan anak cucu kita,” papar SBY.

Baca Juga :  Holding Perkebunan Nusantara Siapkan Regenerasi Pemimpin Lewat Pembekalan Calon Karyawan Pimpinan di PTPN IV Regional 5

“Oleh karena itu saya hanya ingin menggarisbawahi, mari kita tingkatkan kebersamaan kita, kerja sama kita, kepedulian kita, solusi-solusi kita, tawaran-tawaran kita, termasuk policy yang tepat, global collaboration yang tepat science and technology sebagai jawaban dan banyak lagi yang bisa kita lakukan,” pungkas SBY.

Sementara Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, sekaligus Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kesempatan yang sama mennyampaikan bahwa TYI menghadirkan sebuah tema yang sangat penting yaitu berbicara green growth, pertumbuhan hijau.

“Kita ingin Indonesia menjadi salah satu yang terdepan untuk bisa mewujudkan pertumbuhan termasuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, sustainable tapi juga berkeadilan. Itu mengapa judul kecilnya adalah Sustainable Growth with Equity,” ujar AHY. (adt/csa)

Berita Terkait

Holding Perkebunan Nusantara Teruskan Pembinaan Spiritual Karyawan Lewat Program VIRTUE IV di Regional V
Sasar 4.000 Penerima Manfaat, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PalmCo Akan Bangun PLTS di Rumah Ibadah
Jaga Investasi Berkelanjutan, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional III Perkuat Sinergi dengan Kejari Kampar
Aktivis 98 Indonesia Gelar Retreat dan konsolidasi, Desak Reshuffle Kabinet
Golkar Jakarta Buat Mimbar Bebas Pelajar, Serap Aspirasi dan Ide Segar Pelajar
Holding Perkebunan Nusantara Siapkan Regenerasi Pemimpin Lewat Pembekalan Calon Karyawan Pimpinan di PTPN IV Regional 5
Tingkatkan Pelayanan Kampung Karya Murni Jaya Tuba Rehab Gedung Kantor.
Kebun Teh PalmCo Jadi Arena Balap Asia Pasific Championship Rally, Holding Perkebunan Nusantara Pacu Ekonomi dan Wisata Daerah
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 16:35 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Teruskan Pembinaan Spiritual Karyawan Lewat Program VIRTUE IV di Regional V

Jumat, 22 Agustus 2025 - 14:29 WIB

Sasar 4.000 Penerima Manfaat, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PalmCo Akan Bangun PLTS di Rumah Ibadah

Senin, 11 Agustus 2025 - 12:59 WIB

Jaga Investasi Berkelanjutan, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional III Perkuat Sinergi dengan Kejari Kampar

Senin, 11 Agustus 2025 - 07:37 WIB

Aktivis 98 Indonesia Gelar Retreat dan konsolidasi, Desak Reshuffle Kabinet

Jumat, 8 Agustus 2025 - 21:40 WIB

Golkar Jakarta Buat Mimbar Bebas Pelajar, Serap Aspirasi dan Ide Segar Pelajar

Berita Terbaru

Hukum Dan Kriminal

Lawan Balik Korban KDRT, Kuasa Hukum Sebut Upaya Kriminalisasi

Sabtu, 30 Agu 2025 - 09:55 WIB

Pendidikan

Pemilihan Ketua OSIS SMAN 9 Bandar Lampung Gunakan Sistem E-Vote

Jumat, 29 Agu 2025 - 00:07 WIB