Tiktoker Kritik Pembangunan Jalan Mangkrak di Lampung Selatan

- Jurnalis

Minggu, 8 Desember 2024 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cara Tiktoker Lampung Kritik Pemerintah

Cara Tiktoker Lampung Kritik Pemerintah

Lampung Selatan – Kabupaten Lampung Selatan kembali menjadi sorotan setelah seorang Tiktokers dengan akun @Ummuhani89 mengkritik mangkraknya perbaikan jalan di wilayah tersebut. Kritik itu dilayangkan pasca kekalahan petahana Nanang Ermanto pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 November lalu.

Dalam unggahannya yang berjudul “Fenomena Alam di Lampung Selatan”, Ummu Hani menyindir penghentian proyek perbaikan jalan Kertosari-Wawasan. Unggahan tersebut menarik perhatian publik, dengan lebih dari 40,4 ribu likes dan diposting ulang oleh akun Presiden RI @Prabowopresidengemoy yang memiliki 966,7 ribu pengikut.

“Pas saya viralin jalan di Lampung Selatan!! Bapak ngambek, proyek perbaikan jalan Kertosari-Wawasan tiba-tiba diberhentikan tepat sehari setelah Pilkada. Diduga bapak ngambek lagi ya!?” cetus Ummu dalam unggahan Minggu (8/12).

Tak hanya itu, Ummu juga menyinggung aksi demonstrasi para guru honorer di Lampung Selatan, yang menurutnya tidak mendapatkan respons baik dari pihak bupati. Ia bahkan menyindir kepala daerah agar menyelesaikan janji-janji kampanye sebelum masa jabatannya berakhir.

“Cie.. bacanya sambil ngambek. Btw jangan lupa minimal tuntaskan dulu janji-janji manisnya ya Pak,” pungkasnya.

Warga Jalan Cendana, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, juga mengeluhkan kondisi perbaikan jalan yang terhenti selama dua bulan terakhir. Tumpukan batu yang belum diratakan memenuhi sebagian jalan, menimbulkan kemacetan, serta rawan kecelakaan terutama saat musim hujan.

“Batu-batu ini bikin macet. Kalau hujan, jalan jadi licin dan ada saja warga yang terpeleset,” kata Sudiono, warga setempat, Minggu (1/12).

Senada, Budi Leksono mempertanyakan alasan perbaikan baru dilakukan mendekati Pilkada. Namun, proyek tersebut justru berhenti tanpa kejelasan.

“Jalan ini sudah bertahun-tahun rusak, baru mau diperbaiki saat Pilkada. Tapi itu pun asal-asalan, hanya menimbun batu sembarangan dan tidak dilanjutkan lagi,” ujarnya.

Warga menduga penghentian perbaikan jalan ini berkaitan dengan kekalahan Nanang Ermanto dalam Pilkada. Sebelumnya, tim sukses petahana sempat menjanjikan kelanjutan perbaikan jalan jika Nanang menang.

“Tim sukses pernah bilang kalau petahana menang, jalan ini akan diperbaiki. Tapi nyatanya, setelah Pilkada selesai, perbaikan berhenti begitu saja,” tambah Sudiono.

Dari pantauan di lapangan, kondisi jalan yang belum rampung ini terus menjadi keluhan. Tumpukan batu dibiarkan begitu saja di sepanjang jalan, menghambat aktivitas warga dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Kritik dari masyarakat dan pengguna media sosial semakin memanaskan isu ini, menuntut pemerintah daerah segera menuntaskan perbaikan jalan yang telah lama dinantikan.

Berita Terkait

MIN 1 Pesawaran Gelar Kajian Fikih, Bahas Haid dari Sisi Kesehatan dan Agama
230 CJH Tuba Ikuti Bimbingan Manasik Haji Reguler 1447 H / 2026 Masehi
Pemerintah kecamatan Menggala Timur gelar donor darah bersama PMI Kabupaten Tuba
Masyarakat Adat Way Lima Dirikan Posko Perjuangan, Beri Ultimatum 60 Hari untuk Penyelesaian Sengketa Tanah dengan PTPN
MTsN 2 Pesawaran Gelar Jumat Barokah dan Songsong Ramadhan, Tekankan Empat Pilar Kebajikan
SPPG Suka Maju Gelar Korve Mingguan, Wujudkan “SPPG untuk Indonesia ASRI” Jawab Seruan Presiden
Srikandi Dermawan Salurkan 165 Box Nasi Berkah, Semangati Santri di Empat Pondok Pesawaran
Pemerintah Desa Muara Jaya Lanjutkan Peningkatan Pembangunan dan Perbaikan Infrastruktur

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:31 WIB

MIN 1 Pesawaran Gelar Kajian Fikih, Bahas Haid dari Sisi Kesehatan dan Agama

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:18 WIB

230 CJH Tuba Ikuti Bimbingan Manasik Haji Reguler 1447 H / 2026 Masehi

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:56 WIB

Pemerintah kecamatan Menggala Timur gelar donor darah bersama PMI Kabupaten Tuba

Senin, 9 Februari 2026 - 14:07 WIB

Masyarakat Adat Way Lima Dirikan Posko Perjuangan, Beri Ultimatum 60 Hari untuk Penyelesaian Sengketa Tanah dengan PTPN

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:43 WIB

SPPG Suka Maju Gelar Korve Mingguan, Wujudkan “SPPG untuk Indonesia ASRI” Jawab Seruan Presiden

Berita Terbaru

HEADLINE

Di Tanah Titipan Leluhur, Baduy Menolak Tunduk pada Zaman

Selasa, 10 Feb 2026 - 12:07 WIB