Pembangunan Cafe Pelayanan Publik di Pahoman Cacat Perencanaan

BANDARLAMPUNG(SB) –  Anggota DPRD Lampung dari Fraksi PDIP Watoni Noerdin menilai pembangunan Cafe Pelayanan Publik di Pahoman Kota Bandar Lampung cacat perencanaan.

Pasalnya, Cafe Pelayanan Publik itu sudah gagal fungsi dari konsep memadukan ruang pelayanan publik dengan kenyamanan, seperti gagasan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim atau Nunik.

“Kenapa menjadi macet itu dikarenakan ada suatu item perencanaan yang tidak dipikirkan sebelumnya sehingga menjadi macet, mangkrak atau terbengkalai,” kata Watoni Noerdin, Selasa (11/)1.

Ia mengatakan macetnya pembangunan Cafe Pelayanan Publik adalah hal yang bersifat mubazir atau menyia-nyiakan anggaran yang sudah digunakan sehingga memiliki dampak negatif terhadap pendapatan daerah (rugi).

“Sekarang cafe sudah dibentuk, tapi itu tiba-tiba macet dan anggaran pasti sudah banyak yang dikeluarkan. Jadi jangan sampai anggaran yang sudah dikeluarkan itu jadi sia-sia saja,” katanya.

“Masa kita sudah belanja tapi macet pembangunannya kan tidak ada pendapatan yang masuk jadinya, dan itu dalam teori ekonomi hal itu sudah merugi besar kita,” jelas Watoni Noerdin.

Lanjut dia, hal yang semacam itulah yang harus benar-benar dipahami oleh pemerintah provinsi ketika ingin membangun atau membuat suatu perencanaan yang matang.

“Nah itu harus dipahami oleh pemerintah, saya akui perencanaan itu bagus tapi harus ada income yang masuk ke daerah karena tujuan membangun sebuah aset untuk meningkatkan pendapatan asli daerah atau income bukannya merugi,” tegasnya.

Ia menghimbau agar aset pemrov yang sudah menjadi sebuah cafe terbengkalai segera difungsikan sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.

“Pokoknya secepatnya harus difungsikan sebagaimana fungsinya biar daerah mendapatkan income,”imbaunya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.