BANDAR LAMPUNG – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Lampung bersama jajaran pengurus 15 kabupaten/kota mulai merapatkan barisan menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi dan rapat Tim Task Force DPP Partai Hanura digelar di Hotel Radisson, Bandar Lampung, Jumat malam (25/9/2026).
Konsolidasi tersebut menjadi langkah awal Hanura Lampung untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tahapan verifikasi partai politik yang akan berlangsung pada 2027 mendatang.
Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, mengatakan pihaknya bergerak cepat untuk memantapkan struktur kepengurusan daerah di Provinsi Lampung. Pembenahan organisasi dinilai penting agar seluruh jajaran partai semakin siap menghadapi tahapan politik menuju Pemilu 2029.
“Kesalahan dan ketidaksiapan masa lalu tidak boleh terulang. Hari ini kita benahi dari awal,” ujar Patrice Rio Capella.
Untuk Pemilu 2029, Hanura memasang target realistis namun optimistis dengan membidik dua kursi DPR RI dari dua daerah pemilihan (dapil) di Lampung.
DPP Hanura juga memberikan mandat kepada DPD Hanura Lampung untuk melakukan evaluasi terhadap kepengurusan yang dinilai pasif, termasuk jajaran Ketua DPC di 15 kabupaten/kota.
“Musuh utama kader adalah kemalasan. Jika dalam satu bulan DPC tidak mampu membentuk kepengurusan tingkat kecamatan (PAC), tidak ada kompromi: langsung ganti,” tegas Patrice.
Sementara itu, Bendahara DPD Partai Hanura Lampung, Iman Agus Kartawinata, menegaskan konsolidasi tersebut harus menjadi momentum untuk mengubah pola kerja organisasi agar semakin solid, aktif, dan terukur.
Menurut Iman, persiapan menuju Pemilu 2029 tidak bisa dilakukan secara mendadak. Seluruh jajaran partai harus mulai bekerja sejak sekarang, terutama dalam memperkuat struktur hingga tingkat paling bawah.
“Jangan sampai kita baru bergerak ketika Pemilu sudah di depan mata. Kalau ingin mencapai target besar, semuanya harus dimulai dari sekarang. Struktur harus hidup, pengurus harus aktif, dan kader harus benar-benar hadir di tengah masyarakat,” kata Iman.
Ia menegaskan, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur yang tercatat di atas kertas, tetapi juga oleh sejauh mana seluruh jajaran menjalankan tugas dan membangun komunikasi dengan masyarakat.
“Target besar tidak akan tercapai hanya dengan mengandalkan nama partai. Kita harus membangun kekuatan dari bawah. Kalau semua bergerak bersama, bekerja dengan disiplin dan punya tanggung jawab yang sama, saya yakin Hanura Lampung bisa memberikan hasil yang jauh lebih baik pada Pemilu 2029,” ujarnya.
Iman menambahkan, waktu menuju Pemilu 2029 masih cukup panjang dan harus dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan secara bertahap dan terukur.
“Pemilu 2029 masih di depan. Artinya, kita punya waktu untuk mempersiapkan semuanya dengan matang. Mulai sekarang harus tertib, solid dan bekerja. Jangan hanya tercatat sebagai pengurus, tetapi harus benar-benar hadir dan bergerak,” pungkasnya.
Dengan konsolidasi tersebut, Hanura Lampung mulai memfokuskan pembenahan organisasi di 15 kabupaten/kota sebagai bagian dari persiapan menghadapi verifikasi partai politik 2027 sekaligus membangun kekuatan menuju Pemilu 2029.






