PESAWARAN(SB) — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Pesawaran menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kabupaten Pesawaran Tahun 2026, Selasa (27/10/2026), di Aula Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 35 kader PATBM desa sebagai upaya memperkuat peran masyarakat dalam mewujudkan perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kabupaten Pesawaran.
Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Pesawaran, Drs. Nur Asikin, M.IP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, serta memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
Ia menegaskan, keberadaan kader PATBM memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran keluarga dan masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak.
“Melalui kegiatan peningkatan kapasitas kader PATBM ini, saya berharap para kader dapat memperkuat pemahaman mengenai hak-hak anak, meningkatkan keterampilan komunikasi dan pendampingan awal, serta memahami mekanisme pelaporan dan rujukan apabila ditemukan dugaan kekerasan atau pelanggaran hak anak,” ujar Nur Asikin dalam sambutannya.
Menurutnya, kader PATBM tidak hanya berperan dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu mengenali potensi risiko kekerasan terhadap anak sejak dini serta menghubungkan anak dan keluarga yang membutuhkan bantuan dengan pihak atau layanan yang berwenang.
Nur Asikin juga mengingatkan agar setiap kader senantiasa mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, kerahasiaan identitas dan informasi korban harus dijaga, serta koordinasi dengan unit layanan penanganan kasus perlu dilakukan agar upaya perlindungan anak berjalan aman, tepat, dan bertanggung jawab.
“Saya berharap para kader PATBM dapat menjadi pelopor, penggerak, dan teladan di tengah masyarakat dalam mewujudkan perlindungan anak yang dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ini menghadirkan Renvi Liasari, S.H., M.A., Fasilitator PATBM Provinsi Lampung sekaligus Co-Founder LETSS Talk, sebagai narasumber. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam upaya pencegahan serta penanganan awal permasalahan perlindungan anak di lingkungan masing-masing.
Dalam sambutannya, Nur Asikin juga mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbagi pengalaman dan mencari solusi atas berbagai persoalan perlindungan anak.
Ia menekankan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas ini bukan sekadar pertemuan atau pemenuhan agenda, melainkan langkah nyata untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah bagi setiap anak.
Dengan penguatan kapasitas kader PATBM, Dinas P3AP2KB Kabupaten Pesawaran berharap upaya perlindungan anak dapat semakin optimal melalui keterlibatan aktif masyarakat, mulai dari keluarga hingga lingkungan desa, sehingga setiap anak memperoleh haknya untuk tumbuh dan berkembang secara aman dan terlindungi. (Re)






