Puskesmas Kedondong Tegaskan Sampah Diduga Limbah B3 Adalah Sampah Domestik, Pengelolaan Limbah Medis Sesuai SOP

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESAWARAN(SB) – Menanggapi pemberitaan yang beredar terkait dugaan limbah berbahaya dan beracun (B3) di lingkungan Puskesmas Kedondong, pihak manajemen Puskesmas memberikan penjelasan resmi. Ditegaskan bahwa material yang dikeluhkan warga bukan limbah medis atau B3, melainkan sampah domestik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Puskesmas Kedondong, Zairozi, S.Kep, menjelaskan bahwa sampah yang terlihat dan memicu keluhan warga berasal dari sisa aktivitas non-medis, seperti sisa makanan dan sampah umum sehari-hari. “Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Namun, sampah yang dimaksud adalah sampah domestik, bukan limbah B3 atau limbah medis. Penggunaan wadah tertentu diduga menjadi penyebab kesalahpahaman,” ujar Zairozi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/1/2026).

Zairozi menegaskan, pengelolaan limbah medis di Puskesmas Kedondong telah dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan regulasi nasional yang berlaku, termasuk Peraturan Menteri Kesehatan dan Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Limbah medis infeksius, farmasi, kimia, dan benda tajam dikelola secara khusus, dipisahkan, disimpan di tempat khusus, dan diserahkan kepada pihak ketiga berizin untuk dimusnahkan. Tidak ada pembuangan sembarangan,” tegasnya.

Mengenai bau tidak sedap yang dikeluhkan, Zairozi mengakui hal tersebut berasal dari sampah organik domestik yang membusuk. Penyebabnya adalah faktor keterlambatan pengangkutan dan sistem penutupan kontainer yang belum optimal. “Kami menyadari hal ini menimbulkan ketidaknyamanan dan kami meminta maaf kepada masyarakat sekitar,” katanya.

Sebagai langkah perbaikan dan pencegahan, Puskesmas Kedondong telah melakukan beberapa tindakan, di antaranya:

1. Mempertegas pemisahan sampah organik, non-organik, dan limbah B3 dengan pelabelan yang jelas.
2. Menempatkan limbah B3 di ruangan khusus yang tertutup.
3. Mengadakan kontainer tertutup khusus untuk sampah domestik guna mencegah timbulnya bau dan menghindari vektor penyakit.

Zairozi menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen Puskesmas Kedondong terhadap keselamatan pasien, petugas, dan lingkungan. “Kami mengapresiasi kewaspadaan masyarakat. Masukan dari masyarakat sangat berharga bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dalam pelayanan dan tata kelola lingkungan,” pungkasnya. (Re)

Berita Terkait

Ketua Karang Taruna Lampung Selatan: Pernyataan Satir Kapolri “Lebih Baik Jadi Petani” Wujud Prinsip dan Tanggung Jawab atas Masa Depan Polri
MTSN 2 Pesawaran Borong Berbagai Gelar Bergengsi di Liga Pelajar Futsal Lampung
Masyarakat Adat Way Lima Mendesak Evaluasi HGU dan Pengembalian Lahan yang Disewa sejak Zaman Belanda
Kiprah Olahraga MA Mathla’ul Anwar Kedondong Bersinar, Wakili Pesawaran ke Provinsi Usai Jadi Juara Liga Futsal Pelajar
Silaturahmi Penuh Makna, Gubernur Lampung Sapa Sahabat Lama di Karang Taruna, Kenang Kebersamaan dan Kekeluargaan
Lampung Persinggahan Terakhir Bhayangkara, Suporter Mengaku Puas
Sopiyanto Beri Sambutan Pada Pembukaaan Musrenbang Kecamatan Menggala
KONI Pesawaran Gelar Rakerkab 2026, Fokus Siapkan Atlet Hadapi Porprov X Lampung

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:13 WIB

Puskesmas Kedondong Tegaskan Sampah Diduga Limbah B3 Adalah Sampah Domestik, Pengelolaan Limbah Medis Sesuai SOP

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:04 WIB

Ketua Karang Taruna Lampung Selatan: Pernyataan Satir Kapolri “Lebih Baik Jadi Petani” Wujud Prinsip dan Tanggung Jawab atas Masa Depan Polri

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:32 WIB

MTSN 2 Pesawaran Borong Berbagai Gelar Bergengsi di Liga Pelajar Futsal Lampung

Senin, 26 Januari 2026 - 00:40 WIB

Kiprah Olahraga MA Mathla’ul Anwar Kedondong Bersinar, Wakili Pesawaran ke Provinsi Usai Jadi Juara Liga Futsal Pelajar

Senin, 26 Januari 2026 - 00:29 WIB

Silaturahmi Penuh Makna, Gubernur Lampung Sapa Sahabat Lama di Karang Taruna, Kenang Kebersamaan dan Kekeluargaan

Berita Terbaru