LAMPUNG SELATAN (SB) – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menunjukkan kesederhanaan dan kedekatannya dengan masyarakat dengan mengunjungi kediaman Ketua Karang Taruna Kabupaten Lampung Selatan, Syahirul Hidayat, pada Minggu (25/1/2026). Kunjungan ini merupakan wujud silaturahmi untuk mengenang kebersamaan erat yang terjalin sejak tiga tahun lalu dalam membina pemuda dan mengembangkan ekonomi kreatif.
Kedatangan Gubernur yang akrab disapa Mirza ini dilakukan tanpa konvoi besar atau protokol berlebihan. Ia menyempatkan diri berbincang santai dengan keluarga, tetangga, serta tokoh masyarakat setempat, Hendry Rosyadi atau Bang Hero, yang turut hadir. Suasana hangat dan kekeluargaan langsung terasa di kediaman Syahirul Hidayat yang sederhana.
“Saya selalu merindukan momen kebersamaan kita, seperti saat makan bersama dengan piring besar di Masjid Pulau Sebesi. Itu mengingatkan bahwa kemajuan harus dibangun dengan kekeluargaan yang tulus,” kenang Gubernur Mirza dalam percakapan santai tersebut.
Syahirul Hidayat, yang akrab dipanggil Bang Suntay, mengaku sangat terharu dengan kunjungan tersebut. “Saya tidak menyangka seorang pemimpin sibuk masih mengingat detail kecil dan nama-nama pemuda yang terlibat dulu. Ini membuktikan karakter beliau yang tetap rendah hati dan dekat dengan rakyat,” ujarnya dengan penuh emosi.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza menegaskan bahwa nilai kekeluargaan adalah pondasi penting untuk mewujudkan visi pembangunan Lampung 2025-2030, “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”. “Seperti keluarga yang saling membantu, kita harus bahu-membahu. Semangat kerja sama tanpa memandang jabatan inilah yang harus kita lanjutkan,” tegasnya.
Hendry Rosyadi (Bang Hero) menambahkan, kedekatan seperti ini adalah contoh nyata sinergi yang membuahkan hasil. “Kerja sama tanpa pamrih yang kita bangun tiga tahun lalu ternyata masih hidup dan membawa manfaat. Ini pelajaran berharga bagi kita semua,” katanya.
Syahirul Hidayat menjelaskan, dukungan dan kedekatan dengan pemerintah provinsi serta tokoh masyarakat sangat vital untuk memperkuat program Karang Taruna, seperti pengembangan ekonomi kreatif pemuda dan pelestarian lingkungan. “Rindu akan kebersamaan ini mungkin jadi alasannya. Kita perlu menapaktilasi semangat itu untuk membawa perubahan nyata,” pungkasnya.
Kunjungan yang sarat makna ini diakhiri dengan doa bersama, memperlihatkan bahwa kesederhanaan dan semangat kekeluargaan tetap menjadi landasan hubungan harmonis antara pemerintah, organisasi pemuda, dan masyarakat dalam membangun Lampung yang lebih maju. (Re)






