PESAWARAN(SB) — Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tegineneng kembali menggelar Jalsah Triwulan yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Fatah, Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng. Acara ini dihadiri oleh seluruh pengurus MUI, tokoh agama, serta sejumlah ustadz dan kiai setempat, mempererat sinergi dalam membina masyarakat.
Silaturahmi dan Penguatan Ukhuwah
Dalam sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Tegineneng, Gus Dr. Amin Udin, M.Pd.I, menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan soliditas antar pengurus sebagai pondasi utama dalam menjalankan tugas-tugas keagamaan, Minggu(20/07/2025).
“Jalsah Triwulan ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi momentum untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan sinergi antar ulama. Dengan kebersamaan, kita bisa menghadapi berbagai persoalan umat secara lebih efektif,” tegas Gus Amin.
Bahtsul Masail: Kajian Solusi Kontemporer
Kegiatan ini juga diisi dengan Bahtsul Masail, sebuah diskusi mendalam membahas problematika kontemporer di masyarakat, mulai dari isu sosial, ekonomi, hingga keagamaan. Para peserta aktif menyumbangkan pemikiran untuk merumuskan solusi berbasis syariah yang kontekstual.
Beberapa topik yang dibahas antara lain:
– Peran ulama dalam mengatasi degradasi moral generasi muda.
– Strategi penguatan ekonomi umat pascapandemi.
– Pendekatan dakwah di era digital.
Evaluasi Program dan Rencana Ke Depan
Selain sebagai sarana silaturahmi, Jalsah Triwulan ini juga menjadi momen evaluasi program kerja MUI Kecamatan Tegineneng. Beberapa rencana ke depan yang dibahas meliputi:
– Peningkatan kualitas majelis taklim.
– Pelatihan kewirausahaan syariah bagi santri dan masyarakat.
– Kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam program pembinaan keagamaan.
Penutup: MUI Tegineneng Siap Berkontribusi untuk Umat
Gus Amin menutup acara dengan harapan agar MUI Kecamatan Tegineneng terus menjadi garda terdepan dalam memberikan bimbingan dan solusi keagamaan bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan semua pihak, demi terwujudnya masyarakat yang religius, sejahtera, dan harmonis,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, mempererat tali persaudaraan di antara para peserta. (*)